Dibalik Pertemuan Prabowo, Susno Duadji dan Abraham Samad: Ini Latar Belakang & Isinya
2 mins read

Dibalik Pertemuan Prabowo, Susno Duadji dan Abraham Samad: Ini Latar Belakang & Isinya

OnBerita — Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh nasional termasuk Susno Duadji (mantan Kabareskrim Polri) dan Abraham Samad (mantan Ketua KPK) di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/1/2026).

Pertemuan yang berlangsung sekitar 4–5 jam ini menarik perhatian publik karena menghadirkan tokoh dari berbagai latar belakang yang selama ini dikenal kritis terhadap isu hukum dan reformasi kelembagaan negara.

Menurut penjelasan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, pertemuan tersebut bukanlah dengan tokoh oposisi politik, melainkan dengan tokoh nasional yang memiliki pengalaman dan kepedulian di bidang masing-masing, seperti pemberantasan korupsi, reformasi kepolisian, dan isu sosial-kemasyarakatan.

Fokus diskusi utama Prabowo dengan para tokoh adalah pertukaran pandangan dan pengalaman yang berkaitan dengan berbagai persoalan strategis bangsa, termasuk pemberantasan korupsi dan reformasi hukum.

1. Pertukaran Pandangan soal Pemberantasan Korupsi

Mantan Ketua KPK Abraham Samad menyampaikan dalam pertemuan bahwa diskusi meliputi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Prabowo disebut meminta pandangan serta pengalaman Samad yang luas terkait pemberantasan korupsi, termasuk pemetaan masalah dan rekomendasi kebijakan ke depan. Hal ini mencerminkan upaya pemerintah menyinergikan pemikiran para praktisi antikorupsi demi memperkuat strategi nasional dalam pemberantasan korupsi.

2. Pembahasan Isu Kepolisian & Reformasi Lembaga

Susno Duadji mengungkapkan bahwa pembahasan dalam pertemuan juga mencakup isu nasional dan internasional, dari ideologi, politik, sosial-budaya, pertahanan, hingga ekonomi. Sebagian diskusi disebut menyentuh gagasan reformasi kepolisian dan keterlibatan Indonesia dalam inisiatif global seperti Board of Peace (BoP)— sebuah forum perdamaian yang dikembangkan di tingkat internasional.

3. Bukan Pertemuan Oposisi, Fokus Kepentingan Negara

Istana Negara dan Mensesneg menegaskan pertemuan itu bukan “pertemuan dengan oposisi”, tetapi merupakan bagian dari metode komunikasi Presiden untuk menerima masukan, berdiskusi, dan menjelaskan program kebijakan pemerintah. Tokoh yang hadir dipilih berdasarkan pengalaman dan kontribusi mereka dalam bidang pemberantasan korupsi, penegakan hukum, dan kebijakan publik — bukan atas dasar afiliasi politik.

4. Implikasi Terhadap Pemberantasan Korupsi & Reformasi Hukum

Pertemuan ini dilihat oleh sejumlah pengamat sebagai langkah sekaligus sinyal bahwa pemerintah ingin membuka ruang dialog yang lebih luas dengan berbagai elemen masyarakat dalam upaya peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum. Penyertaan tokoh dari kementerian, penegak hukum, dan pemerhati sosial menjadi wujud usaha kolaboratif pemerintah dalam menyusun respons terhadap berbagai tantangan struktural di Indonesia.

Penulis : Woko Baruno

Editor : Syarif

#Prabowo #SusnoDuadji #AbrahamSamad #Reformasi #PemberantasanKorupsi #OnBerita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *