Mengenal Risky Aulia, Siswa Sekolah Rakyat yang Memukau Prabowo dengan Bahasa Jepang
4 mins read

Mengenal Risky Aulia, Siswa Sekolah Rakyat yang Memukau Prabowo dengan Bahasa Jepang

On Berita – Jakarta – Sorotan publik tertuju pada sosok Risky Aulia, seorang pelajar Sekolah Rakyat Terintegrasi (SR) 7 Kota Probolinggo, setelah tampil memukau berpidato menggunakan bahasa Jepang di hadapan Presiden Prabowo Subianto.

Momen tersebut terjadi dalam acara Peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Dalam forum nasional itu, Risky menjadi satu dari empat siswa terpilih dari seluruh Indonesia yang mewakili pidato bahasa asing, bersama perwakilan bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin.

Kisah Risky tidak sekadar tentang kemampuan berbahasa asing.

Ia adalah potret nyata bagaimana semangat belajar, ketekunan, dan dukungan lingkungan mampu melahirkan prestasi luar biasa, meski berasal dari latar belakang keluarga sederhana.

Latar Belakang Keluarga yang Sederhana namun Penuh Semangat

Risky Aulia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Ia tumbuh di keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

Sang ibu bekerja sebagai buruh cuci untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Dalam keseharian, Risky terbiasa hidup sederhana dan jauh dari fasilitas pendidikan mahal.

Namun, keterbatasan tersebut justru membentuk karakter Risky yang mandiri, ulet, dan tidak mudah menyerah.

Lingkungan keluarga yang menanamkan nilai kerja keras dan kejujuran menjadi fondasi penting dalam perjalanan pendidikannya.

Ketertarikan Awal pada Bahasa Jepang

Minat Risky terhadap bahasa Jepang muncul sejak duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar.

Ketertarikan itu berawal dari kegemarannya menonton film kartun Jepang atau anime.

Dari tontonan sederhana tersebut, Risky mulai mengenal kosakata dasar dan pelafalan bahasa Jepang.

Beberapa faktor yang mendorong minat Risky, antara lain:

  1. Paparan budaya Jepang sejak dini, terutama melalui anime.
  2. Rasa ingin tahu yang tinggi terhadap bahasa asing.
  3. Kemampuan belajar mandiri, dengan memanfaatkan aplikasi pembelajaran bahasa.
  4. Kepercayaan diri untuk mencoba dan berlatih, meski tanpa fasilitas lengkap.

Ketertarikan itu tidak berhenti sebagai hobi semata.

Risky mulai belajar secara lebih serius dengan bantuan aplikasi belajar bahasa dan kemudian mengikuti les privat intensif selama sekitar 10 hari menjelang acara nasional.

Perjalanan di Sekolah Rakyat Terintegrasi

Risky saat ini tercatat sebagai siswa kelas 10 di SR Terintegrasi 7 Kota Probolinggo.

Sekolah Rakyat Terintegrasi sendiri merupakan program pendidikan yang dirancang untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Di lingkungan sekolah, Risky dikenal sebagai siswa yang:

  1. Periang dan mudah bergaul
  2. Aktif berbagi pengetahuan dengan teman-temannya
  3. Memiliki rasa percaya diri yang tinggi

Bakat bahasa Jepang Risky sudah terlihat sejak awal masuk sekolah. Pihak sekolah pun tidak tinggal diam.

Melihat potensi tersebut, sekolah memfasilitasi kursus bahasa Jepang dan membimbing Risky secara khusus agar bakatnya berkembang dengan optimal.

Momen Bersejarah di Hadapan Presiden

Puncak perjalanan Risky terjadi saat ia berdiri di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan tamu undangan nasional.

Dengan penuh percaya diri, Risky menyampaikan pidato dalam bahasa Jepang, menunjukkan kemampuan linguistik yang mengesankan untuk anak seusianya.

Momen ini menjadi istimewa karena:

  1. Risky tampil di forum kenegaraan berskala nasional.
  2. Ia mewakili generasi muda dari latar belakang sederhana.
  3. Bahasa Jepang jarang digunakan dalam pidato pelajar di acara kenegaraan.

Usai acara, Risky bahkan sempat berbincang langsung dengan Presiden Prabowo.

Dalam pertemuan singkat tersebut, Risky menerima janji istimewa berupa kesempatan berlibur ke luar negeri.

Negara yang dipilihnya adalah Jepang, tepatnya Kota Shibuya—kota yang selama ini hanya ia kenal lewat layar televisi.

Dukungan Sekolah dan Lingkungan Pendidikan

Kepala Sekolah SR Terintegrasi 7 Kota Probolinggo, Susilowati, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Risky.

Menurutnya, prestasi ini merupakan bukti bahwa Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi berprestasi dalam waktu relatif singkat.

“Dalam enam bulan sejak sekolah berdiri, siswa kami sudah mampu tampil percaya diri berpidato bahasa Jepang di depan Presiden,” ujarnya.

Pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk terus:

  1. Mengembangkan bakat siswa sesuai minat masing-masing
  2. Memberikan akses pendidikan bahasa asing
  3. Menyiapkan siswa tampil di forum nasional maupun internasional

Inspirasi bagi Generasi Muda Indonesia

Kisah Risky Aulia menyimpan pesan kuat tentang kesetaraan kesempatan dalam pendidikan. Ia membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk bermimpi besar dan berprestasi di tingkat nasional.

Risky Aulia kini bukan hanya kebanggaan keluarga dan sekolahnya, tetapi juga simbol harapan bagi banyak anak Indonesia bahwa masa depan cerah dapat diraih melalui pendidikan, ketekunan, dan keberanian bermimpi.

#OnBerita #RiskyAulia #SekolahRakyat #PelajarInspiratif #BahasaJepang #PendidikanIndonesia #AnakBangsa #PrabowoSubianto

Penulis : Rizky Saptanugraha

Editor : Ali Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *