5 Tradisi Unik Dunia Dalam Perayaan Malam Tahun Baru
On Berita – Jakarta – Kembang api dan terompet adalah bagian dari perayaan Tahun Baru.
Selain itu, tahukah kamu bahwa ada banyak negara di seluruh dunia yang memiliki tradisi khusus untuk merayakan Tahun Baru?
Setiap orang memaknai Tahun Baru dengan tujuan yang sama: mendoakan keberuntungan di masa depan.
Ini adalah lima tradisi Tahun Baru yang berbeda di seluruh dunia, mulai dari membunyikan lonceng ratusan kali hingga melempar piring hingga hancur.
- Membunyikan Lonceng 108 kali, Jepang

Salah satu tradisi unik Jepang saat menyambut Tahun Baru adalah membunyikan lonceng.
Tradisi unik yang disebut “Joya no Kane” menuntut mereka membunyikan lonceng yang dipercaya dapat mengusir kejahatan dan dosa manusia.
Joya no Kane adalah salah satu festival perayaan Tahun Baru terbesar dan termeriah di Jepang.
Tidak mengherankan bahwa selama festival ini, para pendeta Buddha akan memukul lonceng secara bersama-sama sebanyak 108 kali.
Joya no Kane adalah festival perayaan Tahun Baru Jepang terbesar dan termeriah.
Para pendeta Buddha akan memukul lonceng sebanyak 108 kali selama festival Joya no Kane.
Menurut kepercayaan Buddha, 108 adalah jumlah roh jahat yang ada di bumi.
Mereka percaya bahwa dengan membunyikan lonceng kuil 108 kali, roh-roh jahat akan pergi dari kehidupan manusia selama satu tahun berikutnya.
Dalam tradisi Joya no Kane ini, lonceng akan dibunyikan sebanyak 107 kali pada tanggal 31 Desember, dimulai pukul 22.00 dan 23.00 waktu setempat.
Setelah pergantian tahun, lonceng akan dibunyikan sekali lagi untuk mencapai total 108.
2. Mengecat Pintu dengan Warna Merah, China

Selain Jepang, Negeri Tirai Bambu memiliki tradisi yang berbeda untuk merayakan Tahun Baru.
Di China, tradisi mengecat rumah dengan merah adalah cara untuk merayakannya.
Menurut kepercayaan, warna merah melambangkan kesejahteraan, kekuatan, dan keberuntungan.
Jangan heran jika menjelang Tahun Baru, kamu banyak menemukan rumah-rumah yang dicat warna merah.
Enggak hanya Tahun Baru, tradisi turun-temurun tersebut juga biasa digelar saat Imlek atau Tahun Baru dalam sistem penanggalan Tionghoa.
Konon, warna merah dapat mengusir Nian, sejenis makhluk buas yang keluar menjelang pergantian tahun.
Hingga kini, mengecat pintu dengan warna merah masih lazim dilakukan.
Selain mengecat warna merah, orang Tionghoa juga melakukan tradisi lain: membersihkan rumah sehari sebelum perayaan.
Dipercaya bahwa ini memungkinkan untuk menghilangkan malapetaka yang terjadi setahun sebelumnya dan menjadi cara untuk mempersiapkan diri untuk keberuntungan baru.
3. Festival Songkran, Thailand

Masyarakat Thailand memiliki sistem penangalan yang berbeda dengan Masehi, jadi peringatan Tahun Baru mereka berbeda.
Salah satu tradisi yang dilakukan saat Tahun Baru adalah Festival Songkran, juga dikenal sebagai perang air.
Mereka percaya bahwa Tahun Baru jatuh pada bulan April.
Oleh karena itu, Festival Songkran diadakan pada bulan tersebut. Thailand akhirnya menggelar Festival Songkran pada 13-15 April 2022, meskipun tidak dilakukan selama pandemi.
Pada dasarnya, hari Songkran, juga dikenal sebagai festival Songkran, adalah sebuah acara religius yang memiliki banyak tradisi Buddha dan Brahman.
Salah satu ciri khas budaya Thailand adalah festival air, di mana semua orang turun ke jalan dan saling menyiram dengan ember atau pistol air.
Namun, pada kenyataannya, warga Thailand beramai-ramai mengadakan berbagai kegiatan, seperti memberikan makanan kepada biksu, membuat pagoda dari pasir, melepaskan burung dan ikan, hingga perang air.
4. Makan 12 Anggur Sekaligus, Spanyol

Dalam detik-detik terakhir pergantian tahun, orang Spanyol memiliki tradisi unik untuk memakan banyak buah anggur sekaligus.
Bukan hanya satu, tetapi dua belas butir dalam satu waktu. Wow!
Jika tidak, mereka akan mulai minum anggur 12 detik sebelum tengah malam.
Semua butir anggur akan dimasukkan ke dalam mulut. Anggur harus dihabiskan segera setelah tengah malam tiba.
Setiap anggur dianggap sebagai bulan tertentu dalam setahun.
Orang Spanyol percaya bahwa jika Anda bisa memakannya, Anda akan beruntung dan bahagia di tahun mendatang. Namun demikian, bersiaplah untuk kegagalan.
5. Melempar Piring Sampai Hancur, Denmark

Terakhir, orang Denmark melakukan uni pada malam pergantian tahun.
Mereka akan menghancurkan piring atau kaca ke pintu atau tembok.
Tradisi ini dilakukan untuk memperoleh kebaikan, dan bukan tanpa alasan.
Itu benar. Orang percaya bahwa pecahan piring atau kaca bisa membawa keberuntungan.
Piring yang sudah tidak digunakan akan diberikan oleh pemilik rumah untuk dilemparkan ke pintu atau tembok.
Semakin tinggi tumpukan pecahan piring (beling) di tembok atau pintu, semakin jelas bahwa Anda adalah orang yang cukup dikenal.
Selain kebiasaan melempar pecahan piring, orang Denmark merayakan Tahun Baru dengan melompat dari kursi pada pukul 00.00 waktu setempat pada 1 Januari untuk menandakan bahwa mereka telah sampai di tahun baru.
#OnBerita #OnBeritaJakarta #MalamTahunBaru #TradisiTahunBaru #TahunBaruDunia #NewYearsEve #TradisiInternasional #PerayaanTahunBaru #BudayaDunia #TahunBaru2026 #GlobalTradition
Penulis : Muhidin
Editor : Rizky Saptanugraha
