Lando Norris Juara Dunia Formula 1 2025: Musim Paling Dramatis dalam Satu Dekade
Salah satu kompetisi gelar paling mendebarkan dalam sejarah olahraga modern adalah musim Kejuaraan Dunia Formula 1 yang akan berlangsung pada tahun 2025. Untuk merayakan 75 tahun Formula 1, 24 Grand Prix diadakan di seluruh dunia, dengan persaingan sengit hingga putaran terakhir. Tiga pesaing Lando Norris, Max Verstappen, dan Oscar Piastri bersaing untuk menjadi juara di balapan penutup Grand Prix Abu Dhabi pada Desember 2025.
Saat-saat Menentukan Gelar: Norris Membuat Sejarah Baru
Setelah menutup musim dengan total 423 poin, pembalap Inggris dari McLaren-Mercedes Lando Norris resmi meraih gelar Juara Dunia Pembalap F1 2025. Kemenangan ini merupakan gelar pertama Norris dalam kariernya dan menghentikan dominasi Verstappen selama empat tahun. Norris kini menjadi pembalap ke-35 dalam sejarah F1 dan pembalap Inggris ke-11 yang meraih medali dunia.
Grand Prix Abu Dhabi adalah penutup yang luar biasa. Norris memulai dari posisi kedua, diapit oleh Verstappen yang berada di pole position dan Piastri yang berada di posisi ketiga. Norris tampil matang dengan menghitung bahwa finis di tiga besar sudah cukup untuk memastikan gelar. Meskipun tersalip di lap awal dan harus menghadapi tekanan dari Charles Leclerc, ia berhasil mempertahankan posisi ketiga hingga garis finis. Akhirnya, Verstappen menang dalam balapan dengan 25 poin, tetapi Norris masih unggul tipis berkat konsistensi sepanjang musim.
Klasemen Akhir Pembalap F1 2025: Pertandingan Tiga Arah
Dengan hanya 13 poin yang memisahkan tiga unggulan, klasemen akhir menunjukkan tingkat kesulitan musim i
Top 10 Akhir Pembalap F1 2025:
Lando Norris (McLaren) – 423 poin
Max Verstappen (Red Bull Racing) – 421 poin
Oscar Piastri (McLaren) – 410 poin
George Russell (Mercedes) – 319 poin
Charles Leclerc (Ferrari) – 242 poin
Lewis Hamilton (Ferrari) – 156 poin
Kimi Antonelli (Mercedes) – 150 poin
Alexander Albon (Williams) – 73 poin
Carlos Sainz (Williams) – 64 poin
Fernando Alonso (Aston Martin) – 56 poin
Dengan dua pembalap di tiga besar, McLaren menjadi tim paling unggul. Piastri, yang memimpin klasemen selama 15 putaran pertama musim, mencatatkan 410 poin, jumlah tertinggi untuk rekan setim juara dunia pada musim tersebut. Contribusinya memainkan peran penting dalam mencegah Verstappen untuk mengejar gelar.
Drama Las Vegas: Titik Balik Mengubah Semua
Musim 2025 tidak terlepas dari banyak kontroversi, terutama diskualifikasi McLaren dua kali di Grand Prix Las Vegas. Keausan skid block kedua mobil McLaren berada di bawah batas 9 mm, menurut FIA. Dengan hasil ini, Norris dan Piastri kehilangan poin penting. Norris hanya mengungguli Verstappen dengan 24 poin dari sebelumnya 49 poin. Setelah dua balapan terakhir, kejadian ini menghidupkan kembali peluang Red Bull dan meningkatkan persaingan untuk gelar.
Diskualifikasi ini juga menguntungkan Mercedes karena George Russell naik ke P2 dan Kimi Antonelli, seorang pemula, naik ke P3 dalam balapan tersebut. Poin-poin ini terbukti sangat penting untuk pertarungan Konstruktor.
Kekuatan Kolaboratif McLaren: Keunggulan Konstruktor
McLaren adalah pemenang utama gelar Konstruktor, meskipun ada perbedaan kecil dalam kemenangan Pembalap. Mereka menutup musim dengan skor yang jauh lebih tinggi—833 poin:
Mercedes – 469 poin
Red Bull Racing – 451 poin
Ferrari – 398 poin
Keunggulan McLaren didasarkan pada keseimbangan kinerja kedua pembalapnya. Berbeda dengan Red Bull yang bergantung pada Verstappen, yang hanya memiliki 33 poin dari Yuki Tsunoda, McLaren secara konsisten mendapatkan poin tertinggi dari kedua mobilnya.
Papan Tengah: Williams Muncul, Alpine Jatuh
Williams menjadi kejutan terbesar di kelas menengah dengan menempati posisi kelima konstruktor dengan kombinasi solid dari Albon dan Sainz. Sebaliknya, Alpine memiliki musim terburuk sebagai tim pabrikan, mengumpulkan hanya 22 poin dan menempati posisi terakhir konstruktor. Sementara itu, Racing Bulls, Aston Martin, Haas, dan Kick Sauber bersaing ketat untuk posisi tengah tabel.
Apakah ada alasan Norris dapat menghentikan dominasi Verstappen?
Musim 2025 mengajarkan kita cara menyeimbangkan kemampuan individu dengan kekuatan tim. Meskipun Verstappen menunjukkan kinerja luar biasa dan memenangkan balapan terakhir, McLaren unggul dalam kolaborasi dan konsistensi kedua pembalap. Sementara piasteri memainkan peran penting dalam membatasi perolehan poin Verstappen, MCL39 tampak lebih sesuai dengan berbagai jenis sirkuit.
Selain itu, Norris menunjukkan kematangan mental yang luar biasa. Dia mampu tetap santai, tetap fokus, dan mempertahankan keunggulan kecilnya di dua balapan pamungkas setelah diskualifikasi di Las Vegas.
Prediksi Musim 2026
Tahun 2026 akan membawa perubahan besar dalam undang-undang, terutama yang berkaitan dengan desain mesin dan aerodinamika, yang dapat mengubah struktur kekuatan.
McLaren memulai 2026 dengan dua pembalap unggulan dan momentum terbaik.
Dengan duet Russell–Antonelli, Mercedes menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
Sangat penting bagi Red Bull Racing untuk meningkatkan posisi pembalap kedua dan mengembalikan konsistensi mobil.
Untuk kembali bersaing di puncak, Ferrari harus mengatasi inkonsistensi dan menggunakan perombakan tim.
Dengan keadaan seperti ini, musim 2026 diproyeksikan sebagai pertarungan besar antara kekuatan teknis McLaren, strategi Mercedes yang matang, dan hasrat Verstappen untuk merebut kembali tahta. Saya dapat membuat versi yang lebih singkat, lebih formal, seperti media nasional, atau dengan gaya editorial, jika Anda menginginkannya.
#OnBerita#OnBerita#LandoNorris#F12025#F1Champion
Penulis : Muhidin
Editor : Ali Ramadhan
