Prof Nuh Dorong Penguatan Tata Kelola Sekolah Rakyat
2 mins read

Prof Nuh Dorong Penguatan Tata Kelola Sekolah Rakyat

On Berita – Jakarta – Penasihat Gugus Tugas Sekolah Rakyat Prof. Mohammad Nuh menekankan pentingnya penguatan sistem pengendalian dan tata kelola Sekolah Rakyat agar setiap masalah dapat menjadi pembelajaran berkelanjutan bagi peningkatan mutu pendidikan nasional.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memimpin Rapat Koordinasi Gugus Tugas Pengendalian Operasional Sekolah Rakyat di ruang rapat menteri Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Jumat (17/10/2025). Rapat ini turut dihadiri Penasihat Gugus Tugas Prof. Mohammad Nuh yang memberikan arahan komprehensif terkait penguatan tata kelola dan sistem pembelajaran.

Prof. Nuh menegaskan, pengendalian bukan sekadar penyelesaian masalah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran agar kesalahan serupa tidak terulang di masa depan.

“Setiap persoalan di Sekolah Rakyat tidak cukup hanya diselesaikan, tapi juga harus menjadi bahan pembelajaran agar tidak terulang. Itulah fungsi utama pengendalian,” ujarnya.

Dalam arahannya, Prof. Nuh menyoroti pentingnya perluasan bidang kerja Gugus Tugas, yang semula hanya mencakup SDM, sarana-prasarana, dan keuangan, kini perlu mencakup pula bidang kesiswaan dan tata kelola pembelajaran.

“Yang kita kelola adalah manusia. Maka perilaku siswa, guru, dan tenaga kependidikan perlu dipantau dan diukur secara sistematis,” tambahnya.

Ia juga mendorong pelaksanaan evaluasi dua mingguan secara nasional serta penerapan sistem pelaporan digital berbasis real-time agar setiap kendala di lapangan dapat dimonitor secara cepat dan akurat.

“Setiap laporan harus memiliki catatan waktu sejak kejadian hingga penyelesaiannya. Dari situ kita bisa menilai kecepatan dan efektivitas respon. Gugus Tugas harus on fire,” tegasnya.

Ketua Gugus Tugas, Dody Sukmono, dalam laporannya menyebutkan bahwa total terdapat 445 laporan kendala di seluruh Indonesia, mencakup bidang SDM (148 laporan), sarana-prasarana (273 laporan), dan keuangan (24 laporan), dengan tingkat penyelesaian mencapai 24,94 persen.

“Permasalahan terbesar berasal dari perlengkapan penunjang sekolah sebesar 41,9 persen, disusul keterbatasan guru dan tenaga kependidikan sebesar 13,33 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Wamen Sosial Agus Jabo Priyono menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pusat dan daerah.

“Koordinasi lintas bidang harus berjalan seirama. Dengan sistem yang terintegrasi, setiap laporan dari lapangan bisa segera ditindaklanjuti tanpa menunggu lama,” ujarnya.

Menutup rapat, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Gugus Tugas harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan solusi konkret.

“Gugus Tugas tidak hanya mengawasi, tapi juga membantu mencari solusi. Kita ingin memastikan semua berjalan efektif dan berdampak nyata bagi anak-anak di Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Sebagai hasil rapat, disepakati pembentukan Tim Penguatan Tata Kelola serta penetapan aplikasi digital SETARA (Sistem Evaluasi dan Transparansi Sekolah Rakyat) sebagai sistem utama dalam pengendalian dan pelaporan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

#SekolahRakyat #TataKelolaPendidikan #Kemensos #ProfNuh #GusIpul #AgusJabo #PendidikanNasional #DigitalisasiPendidikan #ONBERITA #OnBerita #OnBeritaNasional #OnBeritaJakarta

Penulis : Rizky Sapta Nugraha

Editor : Ali Ramadhan

Sumber : Berita Kemensos RI | 19 Oktober 2025 https://kemensos.go.id/berita-terkini/Sekolah-Rakyat/Prof-Nuh-Dorong-Penguatan-Tata-Kelola-Sekolah-Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *