Kementerian Pariwisata dan Baznas Sinergi Optimalkan Pengumpulan Zakat untuk Pariwisata Inklusif
3 mins read

Kementerian Pariwisata dan Baznas Sinergi Optimalkan Pengumpulan Zakat untuk Pariwisata Inklusif

On Berita – Jakarta – Kementerian Pariwisata menjalin kerja sama strategis dengan Baznas untuk memperkuat pengelolaan zakat melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Kolaborasi ini diharapkan menjadi motor penggerak pariwisata inklusif dan berkeadilan sosial di Indonesia.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam upaya mengoptimalkan penghimpunan dan pengelolaan zakat di lingkungan kementerian. Sinergi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat nilai solidaritas, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan pariwisata nasional.

Dalam acara Sosialisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas–Kemenpar, yang digelar di Jakarta pada Rabu (8/10/2025), Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan kementerian.

“Kerja sama ini bukan hanya pelaksanaan ajaran Islam, tetapi juga bentuk penguatan nilai kebersamaan. Zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan sarana memperkuat solidaritas sosial dan memberdayakan masyarakat,” ujar Menteri Widiyanti.

Berdasarkan data internal, potensi muzakki di Kemenpar mencapai 992 orang, terdiri dari pejabat dan pegawai muslim di satuan kerja pusat. Potensi ini akan dioptimalkan melalui peran aktif UPZ Kemenpar agar pengumpulan dan penyaluran zakat dapat dilakukan secara rutin, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami terus mengajak seluruh pegawai untuk menunaikan zakat melalui UPZ Kemenpar agar manfaatnya bisa lebih luas dan tepat sasaran,” tambahnya.

Menteri Widiyanti menjelaskan bahwa penyaluran zakat tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga fakir miskin, tetapi juga diarahkan untuk pengembangan sektor pariwisata seperti desa wisata, pemberdayaan pelaku UMKM, dan penguatan ekosistem wisata halal.

Sebanyak 70 persen zakat yang dikumpulkan digunakan untuk program pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, ekonomi, dan dakwah, sementara 30 persen sisanya dialokasikan bagi pengembangan wisata halal, desa wisata, dan UMKM di berbagai daerah.

Unit Pengumpul Zakat Kemenpar sendiri telah mencatat sejumlah capaian membanggakan, di antaranya meraih empat penghargaan nasional dari Baznas, yaitu Penghargaan Optimalisasi Potensi Zakat, Penghargaan Perencanaan ZIS Terbaik, Penghargaan Pelaporan Terbaik, dan Penghargaan Penyaluran ZIS Terbaik.

“Ke depan, pengelolaan zakat di lingkungan Kemenpar akan semakin transparan dan akuntabel. Mari jadikan zakat sebagai gerakan bersama untuk memperkuat kesejahteraan dan mendukung pariwisata inklusif yang berkelanjutan,” ujar Menteri Widiyanti.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar Diah M. Paham, Staf Ahli Menpar Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Raden Kurleni Ukar, serta Ketua Pembinaan Rohani Islam Kemenpar Reza Fahlevi dan Wakil Pembinaan Rohani Islam Kemenpar Djoko Waluyo.

Dari pihak Baznas, hadir Direktur Pengumpulan Baznas Faisal Qosim, Lc, CFRM, CWC, dan Ustaz Daniel Barkah yang turut memberikan ceramah tentang keutamaan berzakat dan peran zakat dalam membangun masyarakat yang mandiri dan berkeadilan.

Sinergi antara Kemenpar dan Baznas ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi lintas lembaga dalam menggerakkan potensi zakat untuk pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.

#Kemenpar #Baznas #ZakatPariwisata #PariwisataInklusif #UPZKemenpar #ZakatProduktif #DesaWisata #UMKMPariwisata #WisataHalal #KemenparBerkah #GotongRoyongUntukBangsa #ONBERITA #OnBerita #OnBeritaNasional #OnBeritaJakarta

Penulis : Rizky Sapta Nugraha

Editor : Ali Ramadhan

Sumber : Berita Kemenpar RI | 9 Oktober 2025 https://kemenpar.go.id/berita/siaran-pers-kementerian-pariwisata-dan-baznas-sinergi-optimalkan-pengumpulan-zakat-untuk-pariwisata-inklusif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *