Toyota Siap Merakit Mobil Lokal Hybrid di Indonesia

0
11

OnBerita.com | Toyota Motor Corporation (TMC) sebagai perusahaan induk, sudah menyatakan bahwa Toyota tidak keberatan untuk memproduksi produk lokal mobil Hybrid di Indonesia. Sebab untuk melakukan produksinya toyota harus menunggu izin dan peraturan dari pemerintah.

Merek otomotif asal Jepang itu masih menunggu regulasi atau aturan dari pemerintah terkait program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy, mengatakan, apabila mengutip dari pernyataan Presiden TMC Akio Toyoda, maka prinsipal pun tidak masalah memberikan kewenangan kepada Toyota Indonesia untuk merakit lokal mobil hibrida.

“Apabila pemerintah mewajibkan, maka kita sudah siap untuk memproduksi mobilnya. Tentunya kami juga masih menunggu keputusan dari pemerintah terkait peraturan itu,” ujar Anton pekan lalu di kawasan Jakarta Pusat.

Anton melanjutkan, meski sudah berkomitmen seperti itu tetapi segmen mana atau melalui model mana teknologi hibrida tersebut akan disematkan, maksih belum diketahui. Apalagi pertaturan pemerintah belum dirilis, sehingga tidak bisa diketahui lebih lanjut lagi.

“Setelah peraturan itu keluar, kita butuh sebenar untuk mempelajari, kemudian mengambil langkah selanjutnya,” ucap Anton lagi.

Menurut Anton, karena pemerintah menargetkan 20 persen dari total penjualan mobil baru di Indonesia pada 2025 disumbangkan oleh mobil listrik, maka harus berani bermain di segmen yang memiliki volume penjualan besar.

“Jadi tidak mungkin hanya sedan saja, tetapi harus ke segmen lain seperti MPV, hatchback dan lain sebagainya yang memang akan kita pelajari bersama juga nantinya,” kata dia.

Belum lama ini, Wakil Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono juga pernah mengatakan bahwa pabriknya itu tidak masalah jika diminta untuk memproduksi mobil berteknologi hibrida.

Proses perakitan itu kan sebenarnya sederhana, yang tidak sederhana itu bagaimana menyiapkan rantai pasokan,” kata Warih beberapa waktu lalu.

Sebagai contoh, pada teknologi hibrida Sienta, dikatakan Warih komponen yang paling sulit diproduksi lokal adalah baterai. Sienta menggunakan baterai nickel–metal hydride yang bisa diisi ulang.

Menurut dia, baterai memang hanya sekian persen dari bagian mobil tapi justru paling krusial. Tetapi, pada dasarnya TMMIN bisa memporoduksi mobil hibrida.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here