Sang Predator Adalah Julukan Yang Tepat Untuk Sandiaga Uno

0
173

Onberita – Seluruh plosok di Sumatera yang menyumbang suara sebesar 21% dari total suara pemili nasional, Jokowi sudah kalah. Jika dilihat secara nasional memang benar Jokowi-Ma’ruf masih unggul dibanding Prabowo-Sandi,  tapi jaraknya tidak terlalu jauh, tinggal dihitung jari saja.

Pasangan Jokowi-Ma’ruf masih unggul karena banyak pendukungnya dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dua provinsi ini memiliki terbanyak pemilih kedua dan ketiga dibawah Jawa Barat. Elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf semakin menurun, sementara pasangan Prabowo-Sandi terus menaik, situasi ini memang sangat mengkhawatirkan.

Menurunnya elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sangat terasa di lapangan. Beberapa acara dan kampanye yang dihadiri oleh Jokowi sepi peserta. Jokowi sudah mulai kehilangan pendukungnya sedikit demi sedikit. Jokowi sudah mulai kehilangan pesonanya . Jika terlihat ramai, itu hanya karena ada pengerahan massa oleh sejumlah dinas pemerintah, aparat kecamatan sampai kelurahan.

Banyak tersebar di media sosial foto-foto dan video yang memperlihatkan kosongnya ruangan pertemuan relawan dengan Jokowi. Baru saja terjadi peristiwa di Banda Aceh. Jokowi membatalkan pertemuannya dengan relawan di Stadion Sepakbola Harapan Bangsa Lhong Raya, alasannya karena sepi peserta. Padahal sebelumnya Jokowi telah meresmikan ground breaking ruas jalan tol Banda Aceh-Sigli.

Terus menurunnya elektabilitas pasangan calon presiden nomor urut 01 mulai saling menyalahkan, Erick Thohir Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf menyebut stagnannya,”bukan turun” elektabilitas inkumben, karena Ma’ruf Amin belum banyak turun ke lapangan saja.

Luhut Panjaitan juga menyampaikan hal yang sama dengan Erick Thohir.”Ya belum turun, tapi nanti begitu beliau turun, saya kira akan banyak pengaruhnya.”

Dalam satu bulan terakhir Ma’ruf tidak nampak keluar dari rumah, apalagi berkampanye. Spekulasi yang berkembang Ma’ruf sakit berat setelah jatuh di kamar mandi dalam sebuah kunjungan ke Lampung. Namun Ma’ruf membantahnya, kalau ia hanya terkilir saja.

Karena Faktor usia dan keterbatasan fisik, alih-alih mendongkrak elektabilitas Jokowi-Ma’ruf menjadi titik lemah inkumben. Jokowi terkesan bekerja sendirian disini. Situasinya jauh berbeda dengan Sandiaga Uno yang elektabilitasnya semakin terus meningkat bersama Prabowo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here