Ruhut Membantah Perkataan Prabowo Yang Menyatakan Korupsi di Indonesia Sudah Stadium Empat

0
48

Onberita – Mantan Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan bahwa pernyataan calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto terlalu menakut-nakuti. Prabowo Subianto menyatakan bahwa korupsi di Indonesia sudah sangat parah. Menurutnya, itu sama sekali tidak benar adanya.

Prabowo dalam pernyataannya saat berbicara di ‘The World in 2019 Gala Dinner’ di Singapura pada November 2018 bahkan menuding parahnya korupsi itu bisa diibaratkan penyakit di stadium empat.

“Saya terus terang bilang Pak Prabowo itu bohong kalau bilang korupsi stadium empat,” ujar Ruhut dalam diskusi bertema korupsi. Ruhut tidak setuju apa yang dinyatakan calon presiden nomor urut 02 itu. Sebab tidak ada butki data yang jelas, asal ngomong jadi. Kalau mau bilang seperti itu harus ada butki data yang lengkap dan jelas bahwa memang benar korupsi di Indonesia itu ibarat penyakit pada stadium empat.

Menurut Ruhut yang juga sebagai juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, di masa kepemimpinan Jokowi, aparat penegak hukum justru lebih semangat memberantas korupsi. Bahkan, Komisi Pemberantasan Korupsi juga tidak segan-segan memproses penyelenggara negara yang melakukan korupsi, sekalipun menteri di Kabinet Kerja.

“Terakhir kemarin Menteri Sosialnya. Karena ada bukti yang kuat ya silahkan diproses. Begitu juga Ketua DPR, begitu juga beberapa pejabat lainnya. Hal seperti ini baru terjadi di era Pak Jokowi saja,” ujar Ruhut.

Ruhut memandang korupsi di masa lalu itu lebih masih. Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) menjadi persoalan utama menjelang berakhirnya era kepemimpinan presiden kedua Soeharto.

Sementara di masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyonom sejumlah proyek pemerintah menjadi ladang korupsi beberapa petinggi Partai Demokrat. Di era Pak SBY malah banyak yang korupsi dan tidak benar-benar ditindak tegas.

Inilah bentuk kepemimpinan yang ditunjukan oleh Presiden Jokowi, beliau menunjukkan bukan dengan omongan tetapi hasil kerja yang dilakukannya.

Ruhut menjelaskan, bahwa penangkapan koruptor memang terkesan marak di masa kepemimpinan Jokowi. Itu bukan berarti bahwa korupsi paling marak terjadi diera Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here