Posisi kepala ketika bekerja bisa buat badan sakit

0
215

Ketika sedang serius bekerja, karyawan yang bekerja di depan komputer kerapkali tanpa sengaja melakukan sebuah kebiasaan tertentu yang berbahaya. Meningkatnya konsentrasi ini menyebabkan tubuh secara tak sadar semakin condong ke depan dan lepas dari sandaran, posisi kepala juga kemudian ikut maju mendekati monitor.

Kebiasaan tanpa sadar yang kamu lakukan ketika sedang serius dan konsentrasi tersebut menyebabkan munculnya sejumlah bahaya pada tubuh.

Penelitian yang telah dipublikasikan pada jurnal Biofeedback tersebut menyebut dapat menimbulkan masalah pada leher. Beberapa masalah seperti otot kaku, kelelahan, pusing, konsentrasi menurun, dan juga risiko cedera jangka panjang pada tulang punggung dapat terjadi.

“Ketika tubuhmu tegak dan lurus, otot punggung dapat secara mudah menyangga kepala dan leher serta beban yang muncul seberat 5,5 kilogram,” jelas Erik Peper, Profesor kesehatan holistik.

“Namun ketika kepalamu condong ke depan sebesar 45 derajat, leher kemudian mendapat bebar seperti tiang panjang yang mengangkat objek berat. Dalam posisi ini, beban kepala dan leher jadi sebesar 20,4 kilogram. Tak heran hal ini dapat menyebabkan leher kaku disertai sakit di pundak dan punggung,” sambungnya.

Pose tak tepat terutama yang sering dilakukan oleh pekerja kantoran atau mahasiswa ini dapat menimbulkan berbagai penyakit yang akrab bagi banyak orang tersebut. Tak hanya pada pengguna komputer saja, hal ini juga dapat dialami oleh banyak pengguna gawai lainnya.

Untuk memastikan tekanan otot tetap tepat, pastikan bahumu cukup santai dan tak membungkuk. Posisi kepala juga harus lurus ke depan dan tak membungkuk. Selain itu, posisi tangan mulai dari siku hingga ke jari harus berada di tinggi yang sama dengan meja.

Untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini secara mudah, Peper merekomendasikan agar kamu meniru secara berlebihan cara duduk yang salah agar otakmu mengingatnya sebagai sebuah hal yang tak nyaman dan aneh.

“Kamu bisa melebih-lebihkan posisi yang buruk tersebut dan merasakan gejalanya. Lalu ketika kamu secara tak sengaja melakukan hal tersebut, kamu dapat menyadarinya dan berhenti melakukannya,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here