Polisi Sebut Aksi 22 Mei Ditunggangi Teroris, BPN: Silakan Ditindak

0
64

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta aparat kepolisian menindak tegas bila aksi 22 Mei di Komisi Pemilihan Umum (KPU) ditunggangi oleh kelompok terorisme.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf prihatin dengan beredarnya foto seorang anak yang mengenakan pakaian putih dan menuliskan bahwa dirinya akan turut serta, dan bahkan melakukan jihad pada 22 Mei nanti.

Juru Bicara (Jubir) BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade enggan berkomentar terlalu jauh soal pernyataan Polri tersebut. Menurut dia, persoalan terorisme merupakan kewenangan polisi.

Oleh sebab itu, TKN dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno untuk membuat kesepakatan dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Hal tersebut dilakukan guna mencegak keterlibatan anak dalam aksi atau gerakan ketika pengumuman hasil penghitungan suara oleh KPU.

“Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH.Maruf Amin menolak pelibatan Anak yang diarahkan pada penyimpangan sistem Pemilu dan dugaan delegitimasi serta kegiatan inkonstitusional. Hal tersebut terlihat dari aksi yang akan dillakukan pada 22 Mei 2019,” ujar Erlinda selaku juru bicara Direktorat Hukum dan Adovokasi TKN, Sabtu (18/5/2019).

Andre memaparkan, aksi 22 Mei yang akan digelar oleh pendukung Prabowo-Sandi dilindungi oleh undang-undang. BPN Prabowo-Sandi juga berkomitmen akan menggelar aksi unjuk rasa itu dengan damai.

Direktorat Hukum dan Advokasi TKN pun menyebutkan bahwa melibatkan dan menghasut anak untuk turut serta dalam sebuah aksi merupakan tindakan yang dapat melanggar hukum, yakni Hak Anak sesuai dengan amanah Undang-Undang Perlindungan Anak No 35 Tahun 2014 Atas Perubahan Undang-Undang Perlindungan Anak No 23 tahun 2002 pada pasal 15.

“Mendorong KPAI untuk menindaklanjuti fakta temuan pelibatan Anak yang diduga mendapat hasutan dan provokasi dari orang dewasa dalam kegiatan politik dikarenakan dampak negatif yang ditimbulkan dengan adanya doktrin, hasutan, ujaran kebencian, ketidakpercayaan pada pemerintah, lembaga negara dan penyampaian informasi tidak benar,” paparnya.

Menurut Erlinda, melibatkan anak-anak dalam gerakan perkumpulan massa bisa memberikan efek yang buruk bagi tumbuh kembah, psikologis, dan perilaku sosial di dalam masyarakat terhadap si anak nantinya.

“Bahwa Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH.Maruf Amin menyatakan akan terjadi potensi buruk pada tumbuh kembang, psikologi, perilaku sosial masyarakat dalam kegiatan politik yang melibatkan anak,” tutur Erlinda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here