Penyebab Munculnya Campak dan Cara Pengobatannya

0
78

Onberita – Penyakit campak sangat familiar oleh semua orang. Namun taukah kamu gimana cara memberikan pengobatan untuk menyembuhkan penyakit campak ? Kira-kira apa ya gejala awalnya ?

Penyakit campak akan memunculkan ruam di seluruh tubuh yang dapat menular. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui kontak langsung atau lewat udara.

Penyakit ini paling sering kena pada anak-anak. Campak juga bisa menyerang bayi usia 7-12 bulan.

Gejala Campak
Gejala campak bisa dilihat dari mata yang merah, radang tenggorokan, dan batuk kering. Badan akan terasa lemas dan capek, serta demam tinggi. Kamu akan merasakan ga lagi selera makan dan mengalami diare atau muntah-muntah.

Dua sampe tiga hari sesudah campak, akan muncul gejala selanjutnya yaitu muncul bintik-bintik putih keabuan di mulut dan tenggorokan. Setelah itu akan muncul titik-titik warna merah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini bertahan selama 5 sampe 6 hari.

Penyebab Campak
Campak disebabkan oleh virus yang bisa menular. Penularan dapat terjadi dari menghirup, percikan air, udara dari bersin, batuk, atau ludah dari pasien campak. Virus ini bisa bertahan di udara sampai lebih dari 2 jam.

Cara Mengobati Campak
1. Banyak istirahat
Isirahat yang cukup dapat membantu mengembalikan sistem kekebalan tubuh. Sehingga dapat semakin kuat untuk melawan virus yang berkembang di dalam tubuh.

2. Jangan Banyak Aktivitas di Luar Rumah
Penyakit campak yang bisa nular ini, penting untuk kamu membatasi aktivitas di luar rumah. Hal ini bertujuan supaya ga menular ke orang sekitar.

3. Menjaga Asupan Makanan
Makanan yang bergizi berperan penting untuk melawan virus campak yang ada di dalam tubuh. Pada bayi, akan membuat seringkali mereka sulit untuk makan karena iritasi kerongkongan.

4. Minum Air Putih Yang Banyak
Minum yang cukup dapat menjaga cairan di dalam tubuh. Demam yang dialami pada saat campak umumnya sih nguras cairan di dalam tubuh.

5. Minum Obat Penghilang Nyeri
Untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit, kamu dapat mengonsumsi obat penurun demam dan pereda nyeri. Jika pada anak, kamu harus mengkonsultasikan ke dokter sebelum memberikan obat tersebut karena dosis dan aturan pakai akan berbeda dengan pemberian untuk orang dewasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here