Penyebab Kanker Paru-paru Selain Rokok

0
11

Onberita – Rokok menjadi alasan atas timbulnya penyakit kanker paru-paru. Namun, ada juga kasus berbeda yang dialami oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sutopo Purwo Nugroho, pada pertengahan Januari lalu ia divonis mengidap kanker paru-paru stadium 4B. Dalam sebuah pesan singkat, ia merasa syok karena tidak memiliki kebiasaan merokok.

“Awalnya shock karena saya tidak merokok, genetik tidak ada, dan makan sehat. Tapi saya pikir ya sudahlah. Ini garis hidup saya. Saya jalani saja dengan ikhlas,” katanya.

Melihat dari apa yang dialami oleh Sutopo, kita perlu menyadari bahwa kanker paru-paru tidak hanya disebabkan oleh rokok.

Berikut kutipan dari Onberita.com beberapa penyebab kanker paru-paru selain kebiasaan merokok.

  1. Paparan benzopyrene

Meski terdengan asing di telinga, benzopyrene rupanya bisa ditemukan dalam aktivitas sehari-hari. Benzopyrene adalah sisa hasil pembakaran. Zat berbahaya ini masuk dalam daftar polutan yang diterbitkan oleh Environmental Protection Agency di Amerika Serikat.

Benzopyrene bersifat karsinogenik. Salah satu media yang bisa menghantar zat ini ialah udara. Benzopyrene dapat ditemukan pada asap rokok, asap kendaraan atau asap dari pembakaran hutan.

2. Paparan zat kimia

Beberapa jenis pekerjaan yang berkaitan dengan zat kimia berisiko terkena kanker paru-paru. Terdapat beberapa jenis zat kimia yang bersifat karsinogenik antara lain radon, asbes, arsenik, senyawa nikel, produk batubara, limbah diesel serta eter chloromethyl.

3. Riwayat keluarga

Bila ada anggota keluarga yang pernah mengidap kanker paru-paru, maka ada kontribusi besar terhadap anggota keluarga lain untuk terkena penyakit setupa. Namun, hal ini bisa diimbangi dengan menghindari faktor risiko lain sehingga memperkecil kemungkinan untuk terkena kanker paru-paru.

4. Pola makan tidak seimbang

Tubuh memiliki mekanisme untuk memperbaiki sel yang rusak akibat paparan zat kimia atau polusi. Namun, tubuh tak mampu terus-terusan memperbaiki diri jika paparan terus terjadi apalagi tak diimbangi dengan asupan gizi seimbang. Oleh karena itu, diperlukan pola makan tepat untuk mememuhi kebutuhan gizi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here