Penjambret Gadis Penjual Takjil Tertawa Usai Diringkus Oleh Polisi

0
73

Ican dan Wahyudi memang keterlaluan. Pria 22 dan 27 tahun ini nekat merampas handphone Risti Safitri, gadis 19 tahun penjual kue untuk berbuka puasa atau takjil.

Parahnya lagi, kedua pria yang tinggal di Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat itu melakukan aksi jambret pada saat korban hendak mengantarkan takjil pesanan orang.

Kini, kedua pelaku sudah mendapatkan balasannya. Mereka sudah ditahan di Polsek Sungai Pinyuh. Dan, satu diantara pelaku, terpaksa pincang setelah kakinya ditembak polisi.

Kapolsek Sungai Pinyuh, Kompol Sunaryo menerangkan, kejadian bermula saat korban dan adiknya berbonceng melintasi Jalan Pendidikan, Kecamatan Sungai Pinyuh, Rabu (8/5/2019).

ss

Sekira pukul 17.30 WIB atau menjelang magrib, korban yang bersepeda motor kemudian didekati kedua pelaku yang juga bersepeda motor, jenis matik.

“Jadi, pelaku ini mendekati korban. Kemudian mereka seolah-olah akan tertabrak oleh korban. Nah, si pelaku kemudian bilang hati-hati. Karena saat itu kondisi kedua motor pelan dan lengah, salah satu pelaku merampas kedua handphone korban,” jelas Sunaryo kepada sejumlah wartawan, Jumat (10/5/2019).

Korban yang mengalami kerugian lebih dari satu juta rupiah itu pun segera membuat laporan ke Polsek Sungai Pinyuh. Dari keterangan korban dan berdasarkan pelacakan posisi handphone yang dicuri, identitas pelaku dapat dikantongi.

“Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, akhirnya diketahui bahwa kedua pelaku sedang berada di Gang Tani, Sungai Pinyuh untuk menjual handphone milik korban,” terang Sunaryo.

Saat itu, Wahyudi masih menunggu di motor. Sementara, Ican sedang bernegosiasi dengan pembeli handphone curian itu. Saat dilakukan penyergapan, Wahyudi tak berkutik. “Sedangkan pelaku satunya lagi (Ican, red) mencoba melawan dan kabur,” kata Sunaryo.

Tak mau kecolongan, anggota Unit Reskrim kemudian melakukan kejar-kejaran terhadap pelaku. Petugas dibantu warga dalam melakukan pengejaran. “Tiga kali tembakan peringatan ke udara, tak menghentikan pelarian pelaku. Akhirnya, dilakukan pelumpuhan dengan menembak kaki pelaku,” tegas Sunaryo.

Ican yang merintih kesakitan langsung dibawa ke Puskemas Sungai Pinyuh untuk diberi pertolongan medis. Setelah peluru yang bersarang di kakinya dicabut, dia digiring ke Mapolsek. Tak ada wajah penyesalan oleh Ican. Dia justru tertawa dan tersenyum saat bertemu dengan korban ketika digiring ke sel tahanan.

Saat ini, kedua pelaku sudah ditahan di Mapolsek Sungai Pinyuh. Sepeda motor yang dijadikan sebagai sarana pun turut disita. Mereka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here