Nistelrooy Masih Menyesal Pernah Menghina Ferguson

0
51

OnBerita – Mantan penyerenag Manchester United, Ruud Van Nistelrooy mengaku masih menyesali konfliknya dengan sir Alex Ferguson beberapa tahun silam. Kala itu, dia meninggalkan Manchester United untuk Real Madrid dengan kontroversial karena terlibat masalah pribadi dengan sir Alex Ferguson.

Nistelrooy sebenarnya menjelma jadi salah satu striker terbaik di Manchester United pada masa itu yang semasa di tangani Ferguson. Dia menghabiskan 13 tahun di MU, berkembang jadi pemain hebat, sampai akhirnya hengkang ke madrid pada 2006.

Masalahnya ternyata sederhana, sebagai pemain, ego Nistelrooy masih terlalu besar. Dia tak terima ketika Ferguson memaksanya duduk di bangku cadangan.

Nistelrooy begitu marah dan kehilangan kontrol, dia mengucap banyak kata-kata buruk pada Ferguson didepan banyak orang. Kini, hubungan keduanyan memang telah membaik. Tapi Nistelrooy masih begitu menyesal.

Menurut Nistelrooy, saat itu hubungannya dengan Ferguson berakhir dengan kasar. Kedua pihak merasa paling benar, tak ada rekonsiliasi. Perpisahan itu buruk bagi keduanya.

“Perpisahan saat itu sangat kasar untuk kedua pihak. Khususnya setelah lima tahun menjalani ikatan yang kuat. “Saya belajar banyak dari dia (Ferguson) dan segala kerendahan hati, dia juga belajar dari saya,” ujar Nistelrooy di TribalFootbal.

“Dan meski demikian, semuanya berakhir dengan buruk. Saya adalah pihak yang mengambil langkah pertama untuk membuatnya jadi baik lagi.”

Saat itu, permasalahan mereka memuncak di final FA Cup antara Manchester United kontra Arsenal pada 21 Mei 2005. Nistelrooy begitu geram karena hanya duduk di bangku cadangan, dia pun melepaskan amarahnya, menghina Ferguson dengan kata-kata kasar yang membabi buta.

“Beberapa tahun setelahnya saya merasa tak enak karena apa yang saya lakukan pada nya ada sebutan saya pada dia ketika dia memaksa saya duduk di bangku cadangan sepanjang liga final FA Cup di Cardiff. Saya menghina dia dengan membabi buta.

“Saya menyebut dia sesuatu yang buruk. Saya beberapa kali menghina dia. Saat itu saya keras kepala dan sombong. Itulah awal masalahnya,” ujar Nistelrooy.

“Saya sangat tidak respek padanya, juga ada banyak orang di sana. Itu bukan hanya kemarahan baisa dalam kata-kata, lebih dari itu, benar-benar tidak terkontrol. Saya tidak bangga dengan hal itu, sampai sekarang pun.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here