Membunuh 3 Anak Kandung, Ibu Ini di Vonis 4,5 Tahun Penjara

0
166

Onberita.com – Permohonan banding jaksa yang menuntut Ni Luh Putu Septyan Parmadani (32) selama 19 tahun penjara ditolak. Alhasil, guru itu tetap menjalani hukuman 4,5 tahun karena membunuh tiga anaknya.

Menimbang bahwa jaksa penuntut umum yang kurang atau tidak memahami kondisi psikis/kejiwaan yang menyebabkan terdakwa melakukan tindak pidana terhadap ketiga anak kandungnya sendiri. Kondisi tersebut diduga akibat trauma mendalam sejak pemikiran pertama di pernikahan pertamanya, di mana si suami sering memberikan perlakuan kasar, memukul kepala, membentak, hingga mengancam untuk menceraikan dan ga mau menafkahi terdakwa lagi selaku istri,” demikian bunyi pertimbangan putusan banding sebagaimana dikutip detikcom, Rabu (21/11/2018).

Vonis itu diketuk pada Senin (19/11) lalu oleh ketua majelis Sutoyo dengan dan hakim anggota Nyoman Sumaneja dan Istiningsih Rahayu. Majelis menyatakan Septyan bersalah membunuh ketiga anaknya. Namun memperhatikan faktor psikis dan psikologis terdakwa.

“Menimbang akumulasi dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami oleh terdakwa selama ini membuat terdakwa mengalami depresi berat sehingga menunjukkan guncangan dalam dirinya akibat lemahnya dukungan sosial untuk dapat menjadi katarsis (pelepasan kecemasan) atas beban yang dipikulnya,” sambungnya.

Kasus ini di mulai ketika rumah tangga Septyan dengan I Putu Moh Diana pada 2011 berujung panas dan sempat cekcok berkali-kali. Akibatnya, ibu 3  anak itu putus asa dan memutuskan untuk membunuh ketiga anaknya dan melakukan upaya bunuh diri.

Pada 8 Februari 2018, sekitar pukul 13.00 Wita, Septyan membeli obat nyamuk cair dan disimpan di lemari pakaian. Saat tengah malam, Septyan mengunci pintu kamar. Kemudian, ia membekap anak pertamanya dengan kain sampai meninggal karena kekurangan napas. Hal itu dilakukan juga kepada anak kedua dan anak ketiga.

Septyan lalu berusaha bunuh diri dengan meminum obat nyamuk cair. Namun aksi tersebut di ketahui penghuni rumah dan kasus itu pun terungkap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here