Ma’ruf Amin Punya Jabatan di Dua Bank KPU Sudah Tahu Sejak Awal

0
64

Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Hasyim Asy’ari juga mengatakan, pihaknya sejak awal juga sudah tahu kalau cawapres nomor urut 01 yaitu Ma’ruf Amin menjabat sebagai Dewan Pengawas Syari’ah di di BNI Syariah dan Bank Mandiri Syariah. Pernyataan yang disampaikan Ketua Tim Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjodjanto, soal jabatan Ma’ruf Amin, bagi KPU bukan hal yang baru lah. “Jadi informasi ini bukan informasi awal bagi pihak KPU, ini sudah diketahui sejak dari awal,” kata Hasyim di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019).

Menurut Hasyim, sebagai lembaga penyelenggara pemilu, KPU memang berwenang untuk menerima pendaftaran, memproses penelitian administrasi, verifikasi data, hingga penetapan calon presiden maupun legislatif. Pada saat itu lah KPU melakukan klarifikasi ke lembaga-lembaga yang punya otoritas mengenai status BUMN dan non-BUMN para calon. Hasilnya, didapati bahwa BNI Syariah dan Bank Mandiri Syariah adalah anak perusahaan, bukan BUMN atau pun BUMD.

Oleh karenanya, KPU kemudian menyatakan Ma’ruf Amin telah memenuhi syarat sebagai cawapres no 01, karena yang bersangkutan tak menjabat di BUMN ataupun BUMD. “KPU berdasarkan verifikasi meyakini bahwa lembaga itu bukan BUMN, sehingga kemudian calon wakil presiden Pak Kiai Ma’ruf Amin dinyatakan tetap memenuhi syarat,” ujar Hasyim. Sebelumnya, Bambang Widjojanto menyebut bahwa nama Ma’ruf Amin masih tercatat sebagai pejabat di BNI Syariah dan Bank Mandiri Syariah. Padahal, hal tersebut bertentangan dengan Pasal 227 huruf p Undang-undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.

Pasal tersebut menyatakan bahwa saat pendaftaran para calon capres maupun cawapres, bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden harus menyertakan surat pernyataan pengunduran diri dari karyawan atau pejabat badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah sejak ditetapkan sebagai Pasangan Calon Peserta Pemilu. “Kami cek berulang kali dan memastikan kalau ini ada pelanggaran yang sangat serius. Nah inilah yang mungkin menjadi salah satu yang paling menarik,” ujar Bambang usai menyerahkan berkas perbaikan permohonan sengketa hasil pemilu presiden ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here