Manfaat Ganja Pada Kedokteran dan Efek dari Mengkonsumsi Ganja

0
35

Ganja atau marijuana, merupakan obat depresan yang dibuat dari daun cannabis. Disebut obat depresan karena ganja dapat mempengaruhi sistem saraf dengan cara membuat lambat sistem saraf.

Dirangkum dari sejumlah sumber, kandungan zat Tetrahidrokanibinol (THC) di dalamnya diklaim sebagai salah satu dari 400 zat kimia yang dapat menyebabkan efek perubahan suasana hati.

Namun, ganja termasuk dalam daftar obat terlarang yang penggunaan serta peredarannya diatur undang-undang. Meskipun termasuk sejenis obat, ganja tak dikenal sebagai obat. Ia lebih masuk dalam jajaran sejenis narkotika.

Ganja biasanya dikonsumsi dalam bentuk rokok atau dimakan. Ada juga yang mencampurnya dengan minuman keras dan atau jenis narkotika lainnya. Sejauh mana manfaat dan bahayanya?

Manfaat ganja di bidang kesehatan 

1. Menenangkan kecemasan
Sejumlah peneliti dari Harvard Medical School mengungkapkan ganja memiliki efek yang bisa membantu menenangkan kecemasan seseorang. Tentu saja, dengan catatan hal ini hanya berlaku dengan penggunaan ganja dosis tepat. Jika dikonsumsi dosis tinggi justru malah membahayakan.

2. Mengobati epilepsi
Virginia Commonwealth University pernah menyampaikan penelitian bahwa ganja dapat digunakan untuk mengehntikan serangan epilepsi. Namun, penelitian masih baru dilakukan pada hewan, belum diujicoba pada manusia.

3. Memperlambat alzheimer
Penelitian Scripss Research Institute pernah melaporkan ganja dapat memperlambat penyakit Alzheimer yang menyerang otak. Laporan ini dimuat di jurnal Molecular Pharmaceutics.

4. Obat kanker
Sebuah penelitian yang dimuat jurnal Molecular Cancer Therapeutics pernah mengungkapkan zat cannabidiol (CBD) yang ada dalam ganja dapat ‘mematikan’ gen ‘Id-1’ yang digunakan sel kanker menyebar ke seluruh tubuh.

5. Meredam gejala Multiple Sclerosis
Kandungan cannabidiol di dalam ganja disebut dapat menurunkan gejala dan rasa sakit yang disebabkan multiple sclerosis atau penyakit yang menyerang saraf-saraf pusat, seperti saraf otak, sumsum tulang belakang dan saraf optik. Hal itu dimuat dalam laporan penelitian yang dimuat di jurnal Canadian Medical Association.

Efek atau bahaya memakai ganja

1. Halusinasi dan hilang kendali
Ini adalah efek ganja yang paling dikenal luas. Mengkonsumsi ganja akan menyebabkan halusinasi, euforia, dan hilang kendalinya seseorang. Inilah yang membuat ganja kemudian dilarang karena sangat berbahaya, khususnya anak muda.

2. Bisa kecanduan
Meski ada yang meragu akan ini, ganja bagaimanapun punya kadar bahan adiktif sehingga dapat menyebabkan ketergantungan. Bahkan jika terus dikonsumsi setiap hari bisa berujung pada overdosis.

3. Masalah paru-paru
Pemakai ganja akan berhadapan dengan masalah paru-paru, terutama pernapasan. Konsumsi tiga-empat puntung ganja sama bahayanya dengan mengkonsumsi 20 puntung rokok. Steadyhealth pernah melaporkan, ganja dinilai lebih berisiko menyebabkan gangguan paru-paru dibanding rokok.

4. Gangguan sistem produksi
Sejumla penelitian mengungkap konsumsi ganja pada pria akan mengurangi jumlah sperma. Pada wanita akan membuat siklus menstruasi tidak teratur.

5. Sakit jiwa
Di tingkat paling parah, dari kehilangan kendali, atau halusinasi, penggunaan ganja yang berlebihan akan membuat seseorang mengalami gangguan jiwa.

6. Kriminalitas
Ketika ganja menimbulkan kecanduan, orang akan berbuat apa saja demi mendapatkannya. Bagi yang punya uang banyak akan menghabiskan hartanya, sementara bagi yang tidak mampu bisa saja berbuat kriminal.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here