Kontroversi Juventus vs Milan di Arab Saudi

0
61

Onberita – Rivalitas Juventus dan AC Milan sangat kental terasa karena keduanya merupakan dua kesebelasan paling sukses di Italia, meski Juventus lebih kontekstual dalam hal kekinian.

Pada tengah pekan ini ( Kamis 17 Januari 2019 pukul 00.30 WIB ) keduanya akan bertemu pada pertandingan Supercoppa Italiana yang akan dilangsungkan di Jeddah, Arab Saudi.

Baik Juventus maupun Milan ingin mengoleksi trofi pertama mereka di 2019. Namun pertandingan ini penuh kontroversi dari luar lapangan.

Beberapa kontroversi utama yang mencuat adalah soal pemilihan negara penyelenggara, masalah hak asasi manusia dalam kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, penonton perempuan hanya boleh menonton di tribune “keluarga”, dan masalah pembajakan digital (streaming ilegal).

Bukan yang Pertama di Luar Italia

Pertandingan Supercoppa Itaaliana atau Piala Super Italia adalah pertandingan yang mempertemukan juara Seria A dengan Coppa Italia. Tahun lalu Juventus memenangi kedua kejuaran itu, tapi Milan berhak bermain di Supercoppa lantaran menjadi runner-up di Coppa Italia.

Supercoppa pertama yang berlangsung di luar Italia, melainkan yang ke 10 dari 31 edisi. Sebelumnya Amerika Serikat, Libya,Tiongkok,dan Qatar pernah menjadi negara penyelengara Supercoppa. Meski begitu, ini adalah yang pertama untuk Arab Saudi.

Supercoppa pertama yang berlangsung di luar Italia adalah 1993 di Washington DC, Amerika Serikat ( Milan 1-0 Torino ). Supercoppa di luar Italia terakhir terjadi pada 2016 di Doha, Qatar ( Milan menang 4-3 di babak adu penalti setelah ditahan imbang 1-1 oleh Juventus ). Sementara Supercoppa tahun lalu berlangsung di Stadio Olimpico, Roma ( Juventus 2-3 Lazio ).

Sebelumnya Supercoppa tidak pernah sekontroversial ini. Supercoppa terakhir yang penuh kontroversi terjadi pada 2002 di June 11 Stadium, Tripoli, Libya ( Juventus 2-1 Parma ).

Muatan politis memengaruhi ajang Supercoppa 2002. Adanya hubungan antara Italia dengan peguasa Libya ketika itu, Muammar Gaddafi, membuat Supercoppa diadakan di Libya. Selain itu muatan politis, janji dana segar yang akan Gaddafi Kucurkan membuat FIGC melaksanakan ajang Supercoppa di sana .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here