Keuntungan dan Kerugian Pemakaian Obat Tidur

0
14

Obat tidur biasanya menjadi pilihan utama dalam mengatasi insomnia dan kondisi yang membuat kita sulit tertidur, seperti memikirkan pekerjaan, tagihan, atau keluarga. Banyak orang yang mengatakan bahwa obat tidur dapat membantu mereka mendapatkan tidur yang baik, namun banyak juga orang yang mengatakan bahwa obat tidur bukanlah solusi yang tepat, karena ia dapat menyebabkan ketergantungan jangka panjang. Jadi, apa kelebihan dan kekurangan dari obat tidur?

Manfaat obat tidur

Insomnia bukanlah suatu kondisi yang bisa dianggap enteng. Insomnia telah dikaitkan dengan obesitas, kecemasan, kekebalan tubuh turun, sakit jantung, dan diabetes. Kurangnya tidur juga dapat mempengaruhi Anda pada aktivitas siang hari, sehingga Anda cenderung meningkatkan asupan kafein atau mengambil tidur siang yang panjang. Kurangnya tidur juga dapat meningkatkan kadar kortisol dan adrenalin yang membuat Anda menjadi lebih sulit tertidur.

Benzodiazepin merupakan obat yang paling umum diresepkan untuk obat tidur. Senyawa ini dapat merangsang neurotransmitter GABA yang bertanggung jawab untuk sedasi. Obat tidur populer lainnya dapat mempengaruhi reseptor melatonin, obat ini dapat membantu untuk menginduksi tidur dan mengatur siklus tidur-bangun Anda. Selain itu, antidepresan dapat menghasilkan efek sedatif dengan menurunkan kecemasan.

Meskipun benzodiazepin bertindak atas berbagai jenis reseptor GABA di seluruh otak, benzodiazepin juga memiliki efek lain, yaitu:

1.Mengurangi kecemasan

2.Relaksasi otot

3.Menghilangkan ingatan atas peristiwa tertentu saat mengonsumsi obat

4.Euforia

Meskipun obat bisa membantu kita untuk memiliki tidur yang baik, namun hal itu akan membuat Anda menjadi ketergantungan secara psikologis. Anda akan mulai percaya bahwa Anda tidak dapat tidur tanpa obat dan hal itu bukanlah suatu kebiasaan yang baik untuk tidur Anda. Menurut National Sleep Foundation, kebiasaan tidur yang baik harus diikuti dengan:

-Tidak mengonsumsi kafein di kemudian hari.
-Menghindari nikotin dan alkohol 2-3 jam sebelum tidur.
-Mempertahankan jadwal tidur-bangun yang teratur setiap hari termasuk akhir pekan.
-Berolahraga secara teratur dan berhenti beberapa jam -sebelum tidur.
-Menyelesaikan makan setidaknya 2-3 jam sebelum tidur.
-Menciptakan lingkungan tidur yang nyenyak dengan mengurangi kebisingan, cahaya, dan suhu ekstrim dengan menyumbat telinga, menggunakan selimut, dan AC.

Para ahli sepakat bahwa obat tidur dapat menjadi bagian penting dan diperlukan dalam kesuksesan program tidur, namun hal tersebut bukanlah satu-satunya jawaban. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengubah kebiasaan tidur dan gaya hidup akan menjadi obat jangka panjang bagi masalah tidur Anda. Perubahan perilaku dan lingkungan dapat memiliki dampak yang lebih positif dibandingkan dengan tidur menggunakan obat, karena hal tersebut tidak memiliki efek samping dan risiko ketergantungan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here