Jangan karena Perbedaan Pilihan Politik Masyarakat Tidak Saling Sapa Lagi

0
165

Onberita – Presiden Jokowi mensosialisasikan penggunaan dana desa untuk perangkat serta pendamping desa di Aceh. Dalam sambutannya, Jokowi meminta masyarakat untuk memperkuat persatuan dan persaudaraan antarsesama.

“Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019” adalah tema dari acara yang digelar di gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Aceh, Jumat (16/12/2018). Peserta sosialisasi terdiri dari kepala desa, perangkat desa, pendamping desa, penyuluh, kader PAUD, penyuluh, dan lainnya. Selain itu, hadir juga sejumlah bupati dan wali kota di Aceh.

Awalnya Pak Jokowi menjelaskan soal dana desa yang diberikan pemerintah untuk seluruh desa di Indonesia dengan jumlah setiap tahun meningkat. Menurut Jokowi, penduduk Indonesia saat ini sudah mencapai 260 juta jiwa dengan beragam agama dan suku bangsa. Tetapi kita tetap satu, “kata Jokowi dalam sambutannya.”

Kemudia Pak Jokowi mengajak masyarakat menjaga kerukunan, persatuan, dan memperkuat persaudaraan. Selain itu, Presiden Jokowi meminta jangan sampai gara-gara perbedaan pemilihan politik, baik di tingkat pemilihan bupati, wali kota, gubernur, maupun presiden, masyarakat menjadi terpecah belah satu dengan yang lainnya.

“Ini saya titip ini biasanya di mulai dari politik, jangan sampai karena berbeda pilihan, baik itu pilihan bupati, wali kota, gubernur, presiden sekalipun kita ini menjadi kayak tidak bersaudara. Silahkan ada perbedaan pilihan politik itu engga apa-apa. Tapi di ingat, jangan sampai karena perbedaan pilihan politik antargampong (desa) tidak saling sapa, dengan tetangga engga saling sapa gara-gara beda pilihan,” ungkap Jokowi.

Menurut Joko Widodo atau biasa disebut Jokowi ini mengatakan.” menurutnya, pesta demokrasi pemilihan kelas bupati hingga presiden berlangsung setiap lima tahun sekali. Masyarakat diminta cerdas dalam menanggapi persoalan politik. Karena jika kita salah menanggapi persoalan politik, kita akan terpecah belah oleh politikus-politikus yang tidak bertanggung jawab itu. Jangan sampai hal ini terjadi, karena kita adalah bangsa yang satu yaitu Bangsa Indonesia.

“Setiap 5 tahun ada terus, tiap tahun akan ada terus. Jadi jangan sampai karena perbedaan tersebut tidak saling sapa satu sama lain, didalam majelis taklim tidak saling sapa, antar tetangga tidak saling sapa. Itu banyak sekali hal-hal seperti itu, tapi tidak di Provinsi Aceh,” kata Jokowi disambut dengan tepuk tangan peserta yang hadir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here