Hasil Survei LSI Menyatakan Elektabilitas Jokowi – Ma’ruf Lebih Tinggi Dari Pada Prabowo – Sandiaga Selama 2 Bulan Masa Kampanye

0
113

Lingkaran Survei Indonesia Denny JA (LSI) telah mengeluarkan hasil survei terbaru  yang menunjukkan elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres indoneisa yang berkontestasi pada Pilpres 2019 mendatang tidak mengalami peningkatan yang signifikan atau cenderung stagnan selama dua bulan masa kampanye saat ini.

Dilihat hasil survei pada bulan November 2018, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf saat ini berada di angka 53,2 persen dan pasangan Prabowo-Sandiaga saat ini berada di angka 31,2 persen. Sementara responden yang masih belum menentukan pilihan saat ini berada di angka 15,6 persen.

Rully Akbar (Peneliti LSI ) menilai, karena tidak adanya adu gagasan antara tim kampanye masing-masing pasangan calon, membuat elektabilitas yang cenderung staganan.

Menurut Rully, hingga saat ini tim kampanye masing – masing pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, masih berkutat di seputaran isu-isu sensasional dan tidak substantif.

“Sehingga mengakibatkan dua bulan masa kampanye program dikalahkan dengan isu sensasional yang tidak berpengaruh pada kenaikan elektabilitas masing – masing calon,” ujar Rully di kantor LSI, Jakarta Timur.

Elektabilitas kedua pasangan capres dan cawapres, kata Rully, tidak banyak bergerak jika dibandingkan pada saat sebelum masa kampanye.

Pada bulan Agustus 2018, LSI mencatat elektabilitas pasnagan Jokowi-Ma’ruf sebesar 52,2 persen dan Prabowo-Sandiaga 29,5 persen. Sedangkan responden yang belum menentukan pilihan saat ini sebanyak 18,3 persen.

“Pada bulan September dan Oktober kami juga merekam naik turunnya statisik suara dari kedua kandidat. Namun naik turunnya suara dari kedua pasangan selama masa kampanye tidak terlalu signifikan,” kata Rully.

“Jarak kedua kandidat masih tetap berada di atas 20 persen dengan keunggulan sementara di peroleh pasangan Jokowi-Ma’ruf,” ucapnya.

Penilaian Rully kepada kedua pasangan calon sebenarnya memiliki program yang diprediksi dapat menambah elektabilitas.

Akan tetapi, hingga saat ini pasangan Jokowi-Ma’ruf belum mengampanyekan program secara maksimal. Begitu juga dengan pasangan Prabowo-Sandiaga.

Hasil dari data strategic room LSI Denny JA, saat ini media sosial dan media online ada 10 isu yang ramai di beritakan, yakni: hoaks Ratna Sarumpaet, pembakaran bendera, tampang Boyolali, politik sontoloyo, politik genderuwo.

4 tahun kepemimpinan Jokowi berlalu , janji Esemka, Game of Thrones Jokowi, Sandiaga lompat makam dan Jokowi gratiskan Suramadu.

Sebenarnya Kedua pasangan capres-cawapres mempunyai program yang disukai dan sangat bisa menambah elektabilitas. Akan tetapi tim kampanye masing – masing calon kurang mengangkat program itu,” ucap Rully

Pengumpulan data survei LSI Denny JA dilakukan pada hari sabtu tanggal 10 hingga 19 November 2018. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling.Jumlah yang disurvei mencapai sebanyak 1.200 responden.

Survei  dilakukan LSI Denny JA menggunakan kuesioner melalui wawancara tatap muka secara langsung. LSI menyatakan margin of error survei tersebut berada di angka 2,9 persen.

LSI Denny JA, selain survei juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media dan indepth interview. LSI mengklaim survei menggunakan dana dari pembiayaan mandiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here