Felix Brych Kembali Pimpin Duel Barcelona: Bertuah atau Berulah?

0
29

OnBerita – Pertarungan Barcelona dengan Manchester United pada leg kedua perempat final Liga Champions relatif menarik atensi. Selain kental akan tradisi, keduanya juga bakal saling sikut untuk meraih tiket ke babak semifinal.

Menjadi makin menarik karena Felix Brych yang bakal jadi pengadil lapangan esok. Wasit asal Jerman itu memiliki catatan pertandingan yang lumayan. Final Liga Champions 2017/18 serta partai puncak Liga Europa 2013/14 cukup merepresentasikan kredibilitas Brych.

Kebetulan, pemenang dari kedua final tersebut sama-sama berasal dari Spanyol. Real Madrid yang jadi perengkuh ‘Si Kuping Besar’ musim lalu usai menaklukkan Liverpool. Sementara final lainnya dimenangi Sevilla setelah menuntaskan Benfica via drama adu penalti.

Lantas, apakah penunjukan Brych sebagai pengadil bakal memberikan tuah untuk Barcelona? Ya, jelas tidak begitu.

Meski Wasit berusia 43 tahun itu cukup ramah bagi para utusan Spanyol. Faktanya, ia justru tak menjadi ‘jimat’ bagi Barcelona.

Dalam lima kesempatan, Blaugrana hanya mampu memetik dua kemenangan saat Brych memimpin laga di panggung Liga Champions, dua laga sisanya berakhir imbang dan satu laga lainnya berujung kekalahan.

Kemenangan atas Manchester City 2-1 di leg pertama babak 16 besar edisi 2014/15. Sementara keberhasilan selanjutnya tercipta pada leg pertama babak perempat final 2016 lalu. Kala itu Barcelona berhasil unggul 2-1 atas Atletico Madrid di Camp Nou. Sayang, mereka mesti tersingkir lantaran keok dua gol tanpa balas di leg kedua.

Beralih ke hasil imbang yang cuma mampu dipetik Barcelona saat Brych berlaku sebagai wasit. Pertama adalah hasil imbang AC Milan 2-2 di fase grup edisi 2011/12. Disusul skor 1-1 yang mereka dapat saat menjamu Atletico di leg pertama babak perempat final musim 2013/14.

Brych memang cuma sekali ‘menghadirkan’ kekalahan untuk Barcelona. Namun, itu terbilang menyakitkan, tepatnya terjadi pada semifinal leg pertama edisi 2011/2012 versus Chelsea. Barcelona saat itu takluk lewat gol tunggal Didier Drogba di menit injury time babak pertama. Ya, gol tunggal yang cukup untuk mendepak Xavi Hernandez dan kawan-kawan yang cuma mampu bermain imbang 2-2 di leg kedua. Chelsea pun melaju ke final dan menggamit trofi juara.

Eh, tunggu dulu, ada sedikit “peran” Brych dalam tersingkirnya Barcelona. Salah satu keputusan kontroversialnya adalah saat melegalkan aksi Gary Cahill yang mendorong Iniesta di area terlarang. Brych juga mengabaikan protes Lionel Messi yang menganggap John Terry memblokir tendangannya dengan tangan di dalam kotak penalti.

Nah, kebetulan lawan Barcelona nanti United, yang notabene juga berasal dari Inggris. So, bagaimana para penggemar Barcelona, sudah siap untuk menanti kontroversi Brych?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here