FBI Sedang Menyelidiki Dugaaan Donald Trump Bekerja Untuk Rusia

0
51

Saat ini Biro Investigasi Federal Amerika Serikat ( AS ) sedang melakukan penyelidikan terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hal ini di lakukan oleh Biro Investigasi AS terkait adanya isu tentang Donald Trump yang bekerja bagi Rusia.

Penyelidikan ini di mulai saat Donald Trump telah memecat Direktur FBI James Comey pada bulan mei 2017 silam terkait soal dugaan kriminal dan Kontra intelijen pada waktu lalu.

Penyelidikan dari operasi kontra intelijen ini di lakukan karena untuk mengetahui apakah Presiden Donald Trump bekerja untuk rusia secara sukarela atau pun tidak dan untuk menentukan apakah Presiden Donald Trump termasuk sebagai ancaman nasional.

Sementara itu, penyelidikan ini sempat di menyimpulkan adalah hal yang terjadi dari bagian kriminal yang terjadi akibat pemecatan dan unsur pelanggaran Comey.

Tim penyelidikan ini juga di gabung ke dalam tim yang sedang di pimpin oleh Robert Mueller yang di mana dirinya juga sedang menyelidiki kasus dugaan intervensi Rusia di Pilpres AS 2016 silam.

The Times juga telah memberitahukan jika FBI dari awal sudah mencurigai Donald Trump yang telah berhubungan politik dengan Kremlin sejak masa kampanya Pilpres 2016 silam tetapi mereka memutuskan untuk tidak melakukan penyedilikan kepada calon Pilpres dan Kremlin.

Penyedilikan saat ini di mulai pada saat pemecatan yang di lakukan kepada Comey, di karenakan Comey tidak ingin bersumpah setia kepada Donald Trump dan membatalkan penyelidikan tersebut.

Donald Trump sudah berulang kali mengkritik akan penyelidikan yang di lakukan oleh Mueller sebagai perburuan penyihir dan Donald Trump juga mengeluh jika itu adalah noda di dalam pemerintahannya.

Walaupun penyelidikan ini sudah di lakukan berulang kali tetapi penyelidikan ini tidak berdasar tanpa bukti tetapi sejumlah orang yang dekat dengan Donald Trump yang di mulai dari eks pengacara sampai manager kampanye telah mendapatkan hukuman.

Salah satu tahanan adalah Michael Cohen yang telah di vonis sebanyak 3 tahun karena beberapa dakwaan kepadanya yang di dalamnya termasuk pembayaran ilegal pada masa kampanye.

Kemudian Pail Manafort yang selaku mantan ketua kampanye yang telah mengaku bersalah di dalam dakwaan kejahatan finansial dan upaya mempengaruhi saksi dan adapun penasehat nasional Gedung Putih Michael Flynn yang sudah mengakui jika dirinya berbohong soal hubungannya dengan Moskwa.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here