Enggan Bahas Politik, Ryanmizard Menolak Bertemu Dengan Prabowo

0
11
Menhan Ryamizard menegaskan sebagai sesama mantan prajurit TNI dirinya bersahabat dengan Prabowo, namun tak ingin membicarakan politik. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan menolak bertemu dengan calon presiden 02 Prabowo Subianto untuk membahas dinamika politik yang terjadi saat ini.

Ryamizard Ryacudu sempat bercerita tentang hubungannya dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. “Kalau saya purnawirawan, itu Prabowo teman saya itu, teman saya satu lichting (angkatan), teman-teman di sana [mendukung Prabowo] itu banyak teman saya, enggak jadi masalah juga,” Kata Ryamizard di daerah Gambir, Jakarta.

Ia menegaskan hanya bersedia bertemu dengan Prabowo dalam kapasitasnya sebagai sesama mantan prajurit TNI. “Kalau ketemu persahabatan iya. Kalau ketemu politik, saya tidak,” ujar Ryamizard di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (14/6). Ryamizard menegaskan dirinya bukanlah seorang politikus. Sehingga, ia mengaku tidak ingin membahas sesuatu yang berkaitan dengan politik jika bertemu Prabowo.
Meski tak bertemu dalam ruang politik, Ryamizard menegaskan tetap menjalin persahabatan dengan Prabowo yang pernah tercatat sebagai Komandan Jenderal Kopassus TNI. “Masa masalah politik aja kita putus hubungan, tidak baik,” ujar pria yang menjabat KSAD di era kepresidenan Megawati Soekarnoputri tersebut.

Di sisi lain, Ryamizard mengakui kerap bertemu dengan orang-orang yang ada di sekeliling Prabowo. Namun, ia tak menyebut secara spesifik siapa pihak di sekeliling Prabowo yang ditemuinya. “Saya kan setiap hari ketemu dengan lingkaran-lingkaran beliau, teman saya juga. Secara tidak langsung saya bertemu,” ujar Ryamizard.

Lebih dari itu, Ryamizard pun enggan memastikan waktu pertemuan dengan Prabowo dalam kapasitas sebagai sesama mantan prajurit TNI tersebut.

Ryamizard mengatakan, dirinya berkomitmen mendukung Jokowi meski harus berseberangan dengan Prabowo. Sebagai prajurit sejati, bagi Ryamizard, mereka harus membela rakyat. Akan tetapi, mereka juga harus patuh kepada pemimpin tertinggi, yakni presiden.

“Jati diri yang di rakyat. Sebagai prajurit, harus tegak lurus kepada Presiden. Itu Presiden dia, tegak lurus,” kata Ryamizard.

Ryamizard juga sempat menyinggung anggaran Pemilu 2019 yang menyedot anggaran hingga Rp25,59 triliun. Dengan biaya semahal itu, dia berpesan agar tidak saling menebar kebencian.

Lebih dari itu, Ryamizard tolak bertemu Prabowo pun enggan memastikan waktu pertemuan dengan Prabowo dalam kapasitas sebagai sesama mantan prajurit TNI tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here