Dari Menunggu ke Mendatangi, Pengamat Menilai Ada Perubahan Strategi AHY

0
50

Pengamat politik juga sekaligus Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti melihat ada suatu perubahan dalam strategi politik Partai Demokrat yang dilakukan oleh Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY). Ray menilai, AHY menjadi lebih sangat aktif. Hal itu terlihat jelas dari beberapa pertemuan di mana AHY mengunjungi Presiden RI Joko Widodo. “Khususnya AHY, nampaknya ada perubahan strategi politik yang sangat drastis. Dari menunggu hingga ke mendatangi. Dari biasanya pasif lalu menjadi aktif,” ungkap Ray melalui keterangan yang tertulis, Jumat (7/6/2019).

“Belajar dari berbagai pengalaman terlambat secara politik dalam beberapa kasus terakhir ini, mengakibatkan strategi politik harus diubah. Bila selama ini lebih banyak menunggu, saatnya sekarang ini langsung menjemput,” sambung dia. Ray berpandangan bahwa strategi tersebut sesuai dengan usia AHY saat ini dan dinilai cukup lebih ampuh. Oleh karena itu, Ray berpendapat bahwa pertemuan antara mereka yaitu AHY dengan Jokowi merupakan langkah untuk mengonsolidasikan posisi Partai Demokrat pasca-pencoblosan. “Dalam pertimbangan itulah, maka saya melihat seluruh langkah AHY ataupun SBY pasca-pencoblosan adalah langkah taktis untuk konsolidasi posisi AHY dan umumnya posisi PD,” kata Ray.

Pertemuan terakhir saat AHY bersilaturahim dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (5/6/2019). AHY datang bersama istrinya, Anissa Pohan, Edhie Baskoro Yudhoyono dan istrinya Siti Aliyah Rubi Rajasa. Saat itu, AHY menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas kesediaannya menjadi inspektur upacara dalam pemakaman sang ibunda nya, Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono pada waktu Senin (2/6/2019) lalu.

Selain itu, AHY juga menyampaikan apresiasi keluarganya atas pidato Presiden RI Jokowi saat upacara pemakaman sang ibunda di TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Salah satu pernyataan pada pidato Jokowi yang sangat menyentuh baginya, yaitu saat Presiden Jokowi menggunakan istilah flamboyan bagi sosok ibunda. “Pidato beliau waktu itu sangat mengharukan, sangat menyentuh hati kami. Bahkan beliau sampai menggunakan istilah Flamboyan itu telah pergi, tetapi akan selalu di hati, kami meneteskan air mata waktu itu,” ujar AHY.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here