Barcelona vs Man United: Menanti Magi Solskjaer di Camp Nou (Lagi)

0
15

OnBerita – 26 Mei 1999, nama Ole Gunnar Solskjaer terpampang di papan skor Camp Nou. Ia juga jadi nama terakhir yang muncul di tabel angka itu, sekitar dua menit setelah Teddy Sheringham menyamakan kedudukan usai tertinggal satu gol lebih dulu dari Bayern Muenchen. Akhirnya, Manchester United yang keluar sebagai pemenang dalam partai final Liga Champions edisi 1999 itu. Hasil ini sekaligus mewujudkan treble pertama dan terakhir ‘Iblis Merah’, setidaknya sampai sekarang.

16 April 2019, Solskjaer bakal kembali menapaki Camp Nou. Kali ini, pria kelahiran Molde itu tak akan mentas dengan balutan seragam United, melainkan memimpin Paul Pogba dan rekan-rekan dari pinggir lapangan. Bukan pula Bayern yang akan jadi lawannya, tetapi Barcelona sang empunya stadion.

Ya, undian perempat final Liga Champions 2018/19 telah resmi mempertandingkan United dengan Barcelona. Mereka dijadwalkan menjamu Blaugrana di Old Trafford pada 10 April pada leg pertama, baru kemudian melawat ke Camp Nou enam hari berselang.

Solskjaer masih memainkan peranan yang sama seperti sebelumnya, super-sub. Ia berhasil menggantikan posisi Jose Mourinho dengan impresif. Sejak melakoni laga debutnya sebagai pelatih paada 22 Desember lalu, Solskjaer sukses mengukir 14 kemenangan dari total 18 pertandingan di lintas ajang.

Alhasil, napas United untuk finis di posisi empat besar Premier League pun tetap berembus. Mereka juga masih sukses melangkah ke babak perempat final Piala FA. Kemenangan atas Paris Saint-Germain di babak 16 besar Liga Champions lalu jadi puncaknya. Padahal, United tertinggal dua gol pada leg pertama di Old Trafford dan memiliki 10 orang pemain yang masuk dalam daftar cedera.

Akan tetapi, Barcelona jelas bukan tim sembarangan. Bisa dibilang, juara lima kali Liga Champions itu bakal menjadi ujian terberat Solskjaer selama mengarsiteki United.

Ada banyak alasan yang membuat Barcelona lebih diunggulkan ketimbang mereka. Dari rekam jejak, misalnya, Blaugrana cuma sekali takluk dalam 8 perjumpaan di Liga Champions. Tiga kali mereka keluar sebagai pemenang dan empat lainnya berujung imbang. Keberhasilan di dua partai final (2009 dan 2011) termasuk di antaranya.

Perkara menghadapi tim asal Inggris di babak perempat final, Barcelona terbukti tak mengalami kesulitan berarti. Mereka pernah menyingkirkan Chelsea pada edisi 1999/00 dan Arsenal 10 musim berselang. Sebaliknya, United tercatat hanya memenangi 2 pertandingan dari total 15 duel melawan utusan Spanyol.

Satu nama yang mesti diwaspadai oleh Solskjaer, Lionel Messi. Bukan tenang tuahnya sebagai superstar Barcelona saja, lebih dari itu, ia telah terbukti menjadi momok dalam beberapa edisi. Well, La Pulga selalu mencetak gol pada dua laga final tersebut.

Perlu diketahui juga bahwa Messi adalah ‘Batu Kripton’ bagi para utusan Inggris di Liga Champions. Bila ditotal, sudah 22 kali ia membobol gawang tim kontestan Premier League.

Secara matematis, United memang berada di bawah Barcelona. Bahkan, kecil kemungkinan mereka untuk menjungkalkan Luis Suarez dan kolega dalam perburuan ‘Si Kuping Besar’.

Akan tetapi, justru di sini Solskjaer akan menunjukkan maginya, mewujudkan harapan di balik semua ketidakmungkinan. Sebagaimana yang dilakukannya di Camp Nou 20 tahun silam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here