Banyaknya Tindak Kekerasan Jelang Pemilu Di Bangladesh

0
122

Hari ini tepatnya warga Bangladesh untuk memilih calon Pemimpinnya. sebanyak 104 juta penduduk dari Bangladesh datang menuju ke tempat pemungutan suara untuk memilih sang calon pemimpin.

Pemilihan umum ini di mulai oleh pemerintahan Bangladesh setelah usai selama berminggu – minggu mengalami kekerasan mematikan serta tuduhan keras akan penumpasan terhadap ribuan aktivis oposisi yang menghiasi sejumlah partai pada saat jalannya kampanye di Bangladesh.

Pemungutan akan suara hasil pemilihan rakyat Bangladesh akan di mulai pada pukul 08.00 waktu setempat. Telah terhitung sekitar 600.000 personel keamaan di siapkan untuk mengamankan kondisi di tempat pemilihan yang di kerahkan oleh pihak pemerintahan Bangladesh dan termasuk yang tersebar di dalam 40.000 TPS negera Bangladesh.

Sebelum di adakannya pemilihan calon pemimpin, telah muncul kabar kekerasan menjelang hari pemungutan suara pada saat seorang aktivis partai berkuasa kedapatan telah meninggal dunia dan diduga telah di bunuh oleh pendukung oposisi partai nasionalis Bangladesh.

” Seorang aktivis partai di temukan sedangn di serang dengan menggunakan batu. Dia meninggal pada saat sedang perjalanan menuju rumah sakit,” kata seorang polisi di Patia, Mohammad Niamutulah.

Pada saat jadwal pemilu di umumkan pada tanggal 8 November bulan lalu, sudah di dapati ada 4 orang yang tewas terbunuh oleh polisi dan sementara itu, BNP mengklaim jika 8 aktivisnya telah meninggal dunia dengan cara di bunuh.

Hari ini tepatnya sebagai hari pemilihan pemimpin antara koalisi di pimpin oleh partai Awami League yang kini masih berkuasa atau koalisi pimpinan BNP. Telah tercatat sebanyak 17 kandidat oposisi tertangkap karena di anggap telah menebarkan tudingan palsu dan sementara itu 17 kandidat lainnya telah di diskualifikasikan.

” Ini bukanlah pemilu yang terbilang cukup bebas dan adil, Ini lebih ke pemilu yang di kendalikan,” ujar Diplomat Barat.

Di sisi lain, ada beberapa pihak yang berwenang dan telah memerintah operator seluler di negara Bangladesh tersebut dan telah menutup layanan 3G dan 4G hingga tengah malam.

Dilakukannya hal seperti itu karena untuk mencegah penyebaran rumor yang akan memicu keresahan di antara masyarakat dan pemungutan suara pun akan di tutup pada pukul 16.00 waktu setempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here