Bahaya Usus Buntu Jika Pecah Didalam Perut

0
11

Onberita – Penyakit usus buntu disebabkan karena adanya peradangan pada usus. Penyakit usus buntu ini jangan dianggap selepe, karena bisa membahayakan nyawa. Banyak yang mengalami penyakit usus buntu karena tidak adanya kepedulian pada kesehatan pada tubuh ketika memilih makanan.

Diantara organ dalam yang lain sepertinya tidak terlalu banyak yang tau manfaat dari usus buntu. Banyak dari kita mengira usus buntu adalah penyakit yang disebabkan karena adanya penymbatan yang dialami usus kita. Namun ternyata faktanya usus buntu adalah salah satu organ tubuh yang ditemukan pada golongan mamalia, burung dan berbagai jenis reptil, bahasa latinnya adalah Appendix Vermiformis. Fungsi utamanya adalah sebagai organ Imunologik dan secara aktif berperan terhadap sistem kekebalan tubuh.

Penyakit dari usus buntu sendiri bernama Appendicitis, Appendicitis terjadi akibat peradangan pada usus buntu atau Appendix sehingga membuatnya rentan pecah, kondisi ini termasuk darurat medis karena jika sampai pecah bisa mengakibatkan kematian. Sering kali gejala usus buntu tidak terlihat sehingga banyak keterlambatan dalam penanganan penyakit usus buntu ini.

Beberapa gejala yang dirasakan adalah:

  • Sakit perut, terasa sangat nyeri sekali terutama pada bagian di sekitar pusar arah samping kanan bawah. Ini adalah gejala pada umumnya, namun ada kasus tertentu gejala nyeri ini tidak terasa pada awal-awal peradangan sehingga mengakibatkan keterlambatan penanganan penyembuhan.
  • Nafsu makan menurun, seiring dengan nyeri yang dirasakan maka otomatis nafsu makan akan menurun drastis, menyebabkan sistem imun juga menurun.
  • Mual dan muntah, dikarenakan pembengkakan dalam usus buntu perut jadi terasa kembung, tahap ini sudah terbentuk kantung nanah di dalam usus buntu.
  • Diare, sembelit dan sering buang angin, hal ini dikarenakan pola makan yang tidak teratur akibat gangguan radang usus buntu.
  • Sering demam, hal ini terjadi karena infeksi yang diakibatkan timbulnya nanah pada dinding usus buntu.
  • Gejala lain seperti tinja berlendir dan sulit untuk tidur

Lebih baik mencegah daripada mengobati, jadi jagalah pola makan dan kebugaran tubuh dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here