Bahaya Jika Mendengarkan Volume Handphone Di atas 60%

0
75

Suara ribut sudah menjadi hal yang biasa bagi beberapa masyarakat di kota-kota besar. Dan bahkan aktivitas sehari-hari mereka selalu diwarnai oleh kebisingan baik dari luar ruangan maupun di dalam ruangan. Namun, yang perlu diwaspadai adalah kebisingan bisa mempengaruhi sistem pendengaran Anda.

Selintas hal ini cukup mengerikan, namun inilah yang terjadi pada hampir sebagian besar masyrakat di dunia. Fenomena ini sering disebut sebagai Noise Induced Hearing Loss (NIHL) atau biasa disebut Gangguan Pendengaran Akibat Bising (GPAB).

Wakil Ketua Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) dr. Hably Warganegara, Sp.THT-KL menjelaskan GPAB adalah penurunan pendengaran atau tuli akibat terpapar bising yang cukup keras dalam jangka lama. Semakin keras dan lama, maka semakin cepat rusak pula sistem pendengaran.

“Bising keras > 85 dB dapat menyebabkan reseptor pendengaran di organ corti yang terletak di telinga tengah menjadi rusak. Hal inilah yang membuat seseorang mengalami gangguan pendengaran atau biasa disebut tuli,” terang dr. Hably, saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Tentunya ada berbagai tempat yang menghasilkan kebisingan. Beberapa diantaranya adalah bising pabrik, bising tempat hiburan, bising dalam studio rekaman, bising di dalam sekolah, bising dalam latihan ABRI/polisi/militer, dan yang paling sering adalah bising lalu lintas yang bisa mencapai 90 desibel (dB).

Lebih lanjut dr. Hably mengatakan, bahwa remaja saat ini juga belum sadar betul tentang pentingnya kesehatan pendengaran. Hadirnya earphone atau headphone yang canggih seringkali digunakan dengan cara yang salah. Hal ini pula yang menyumbang salah satu penyebab ketulian di Indonesia.

“Penggunaan headphone/earphone yang telalu keras atau dalam waktu yang lama, bisa menyebabkan seseorang mengalami ketulian. Padahal volume penggunaan headphone hanya dianjurkan sebesar 60 persen dengan waktu papar selama 60 menit. Jika lebih dari itu, maka sistem pendengaran manusia bisa mengalami kerusakan,” tuntasnya.

Tentunya setiap manusia memiliki batas waktu terpapar kebisingan. Semakin tinggi kebisingan, maka waktu terpaparnya pun akan semakin singkat. Bahkan suara sebesar 139dB hanya dianjurkan terpapar oleh manusia selama 0,11 detik/harinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here