3 Alasan Juventus Comeback dari Defisit 2 Gol Lawan Atletico Madrid

0
9

OnBerita – Misi yang dinilai hampir mustahil sukses dituntaskan Juventus, usai menaklukkan Atletico Madrid pada leg kedua Liga Champions 2018/19, Rabu dini hari WIB (13/3). Bermain di kandang, Allianz Stadium, ‘Bianconeri’ membungkam ‘Rojiblancos’ dengan skor telak 3-0. Skor tersebut sekaligus membalikkan keadaan dari defisit dua gol pada leg pertama.

Usai laga, dilansir dari situs resmi klub, Cristiano Ronaldo mengaku menikmati laga bersama Juve yang punya mentalitas juara. Dirinya pun mengakui kalau Atletico merupakan tim yang sulit untuk dihadapi. Walau begitu, Ronaldo juga menilai timnya punya kualitas sepadan. “Kami akan lihat apa yang bakal terjadi kemudian,” kata Ronaldo.

Pemenang Ballon d’Or sebanyak lima kali tersebut memang punya andil paling besar pada kemenangan Juventus. Mega bintang, yang didatangkan dengan mahar 100 juta euro itu. mencetak hattrick, dua gol tandukan (27’, 49’) dan satu dari titik putih empat menit jelang waktu normal habis.

Pemain yang juga punya andil besar dengan sumbagan dua assist, Federico Bernardeschi, mengatakan ‘si nyonya tua’ layak melaju ke perempatfinal setelah menampilkan permainan yang luar biasa dalam segala aspek. “terutama dalam hal kesadaran,” kata Bernardeschi lewat situs resmi klub.

“Kami tahu kami bisa melakukannya, kami selalu percaya. Kami bersatu, dan setiap hari keinginan kami tumbuh untuk meyakini hal tersebut,” sambung pemain berusia 25 tahun tersebut..

Kini mereka pun masih akan lanjut dalam perburuan perebutan piala ‘si kuping lebar’. Melihat kembali laga tersebut, berikan tiga alasan Juventus bisa comeback dari defisit dua gol lawan Atletico Madrid.

1. Juventus mendominasi di semua lini

Pada leg pertama di Wanda Metropolitano, Atletico menang 2-0 lantaran bisa membaca taktik tim tamu, sementara Juventus tampak tak berkarakter dan bermain buruk. Namun, semuanya berubah di leg kedua. Bermain di Allianz Stadium, ‘I Bianconeri’ benar-benar unggul dari segala aspek dari ‘Los Rojiblancos’.

Miralem Pjanic dan Emre Can tak membiarkan Saul, Koke dan Rodrigo terus memegang bola di lini tengah. Karena itu, tuan rumah bisa memutus aliran bola kepada penyerang lawan. Alhasil, Atletico hanya bermain umpan jarak jauh ke arah Alvaro Morata.

Sialnya, skema kepepet tersebut pun sudah terbaca, dengan Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci. Kedua bek tersebut benar-benar menjaga lini belakang Juventus dalam segala penyerangan Atletico. Belum lagi Cancelo dan Spinazzola yang tampil brilian di kedua sisi.

Sementara di lini depan, Atletico tak bisa menangani kecepatan Ronaldo dan pergerakan Federico Bernardeschi sebagai pengalih perhatian. Alhasil, Ronaldo yang bebas bisa menanduk dua umpan, masing-masing dari Bernardeschi dan Cancelo. Bernardeschi kemudian kembali berperan terhadap gol ketiga Ronaldo, usai menciptakan situasi penalti buat Kapten Timnas Portugal itu.

2. Atletico Madrid tumpul dan lakukan banyak error

Sebagai favorit lolos, Atletico Madrid datang ke Turin membawa defisit dua gol hasil leg pertama. Namun, raksasa Spanyol tersebut malah ketar-ketir bermain di depan pendukung Juventus. Tim tamu terlihat bermain gugup dan terlalu banyak melakukan salah umpan. Armada Diego Simeone memperparahnya dengan melakukan beberapa kesalahan fatal.

Gol pertama Juventus akibat Morata yang melakukan salah umpan di lini tengah. Umpan setengah matang tersebut langsung disabet Bernardeschi yang kemudian memberi umpan tarik kepada Ronaldo. Gol kedua juga memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Thomas Lemar yang bisa dimaksimalkan lini tengah Juve, mengantar untuk Ronaldo.

Angka ketiga buat Juventus dari pemain pengganti, Angel Correa. Penyerang asal Argentina tersebut tertangkap mendorong Bernardeschi yang melakukan penetrasi di kotak penalti. Wasit pun menunjuk titik putih dan Ronaldo sukses mengeksekusinya. Atletico kini gugur dan harus melupakan bermain di kandang pada babak final, mengingat tahun ini bakal diselenggarakan di Wanda Metropolitano.

3. Faktor seorang Cristiano Ronaldo
Liga Champions jadi alasan Juventus buat mendatangkan mega bintang, Cristiano Ronaldo dari Real Madrid pada musim panas lalu. Tak tanggung, mahar 100 juta euro digelontorkan ‘I Bianconeri’ buat Ronaldo ke Allianz Stadium, stadion yang biaya pembuatannya hampir sama dengan harga Ronaldo.

Bintang asal Portugal tersebut memang terkenal punya jam terbang tinggi untuk berprestasi di Liga Champions. Dirinya baru saja mengangkat ‘si kuping besar’ untuk yang ketiga kalinya secara beruntun bersama Real Madrid. Musim ini, tampil brilian bersama Juve, kiprah Ronaldo di Liga Champions sebenarnya telat panas.

Baru bermain penuh saat menghadapi Manchester United, Ronaldo akhirnya baru mencetak 1 gol dan 2 assist dari 6 laga. Pada leg pertama menghadapi Atletico, Ronaldo bermain cukup bagus dengan banyak menciptakan peluang, tapi dirinya kurang dukungan di lini depan dan akhirnya gagal mencetak gol.

Barulah para leg kedua, Ronaldo tancap gas dan jadi aktor penentu kemenangan Juventus. Pergerakannya mencari posisi berhasil berbuah dua gol dari sundulan. Ronaldo pun kerap mengacaukan organisasi bek lawan dengan kecepatan dan dribel akuratnya.
Tak hanya teknik dan fisik yang luar biasa, gol ketiga yang didapat Ronaldo dari sepakan penalti pun tak lepas dari mental juara pemain bernomor punggung tujuh tersebut. Ketenangannya sukses mengecoh Jan Oblak untuk lompat ke arah berlawanan dari tembakannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here