Uncategorized

Sudah Didemo Jutaan Umat Muslim, Ahok Masih Bela Islam di Indonesia

Negeri kita telah melalui masa-masa kritis pada akhir tahun 2016 lalu ketika katanya jutaan umat Islam melakukan demonstrasi ataupun juga disebut aksi damai pada 4 November 2016 dan 2 Desember 2016. Dua aksi yang kita ketahui bersama tujuannya adalah menuntut proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini dipelopori oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) dan Front Pembela Islam (FPI).

Entah apa yang dipikirkan oleh seorang Ahok kala itu, ketika didemo jutaan orang, dibuat spanduk dengan kepalanya tertembak, diancam keselamatannya, diteriakkan pembunuhan terhadap dirinya, dicaci maki oleh begitu banyak orang, dan juga direndahkan martabatnya. Entah bagaimana perasaannya ketika itu sebagai seorang warga negara Indonesia yang beragama Kristen dari etnis Tionghoa.

Ahok Membela Islam Indonesia
Pembelaan dari Ahok ini diberikan ketika ia diwawancarai oleh Al-Jazeera TV baru-baru ini (dapat ditemukan disini). Ketika ditanya tentang pendapatnya apakah Indonesia kini sedang berjalan menuju lunturnya atau hilangnya sistem multi-agama dan berjalan menuju lebih negara lebih ‘Islam’, jawaban Ahok sungguh menggugah hati saya.

 

” Menurut saya enggak kok. Islam kita sangan berbeda. Islam di Indonesia ini sangat mengerti untuk mengajarkan tentang islam yang benar. Islam yang damai, karena penyebaran Islam di Indonesia tuh dengan perdagangan,” Ujar Ahok.
” Kita punya budaya yang berbeda, kita namakan Islam Nusantara. Islam yang sangat toleran, sangat cinta damai, sangat memaafkan. Itu diajarkan dari kecil,” lanjutnya.

 

Mungkin dari sinilah kekuatan yang ia dapatkan untuk memaafkan orang-orang yang mencaci maki dan mau membunuhnya itu, mungkin dari sinilah ia mendapatkan kekuatan untuk tidak membenci agama Islam. Meskipun hal yang sama belum pernah terjadi pada diri saya, tapi saya pastikan bahwa saya tidak punya kepercayaan diri untuk dapat memberikan respon dan jawaban seperti apa yang Ahok berikan dan tunjukkan. Saya rasa saya tidak sekuat dan semulia itu.
Tentang Ideologi Bangsa Indonesia Kedepan

 

 

 

Pada kesempatan wawancara yang sama, Ahok juga ditanyai tentang perkembangan Islam konservatif yang masuk ke dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia dalam satu dekade terakhir ini. Ahok pun lalu menjawab bahwa ia meyakini mayoritas bangsa ini masih on the track.

“Itu yang dinamakan Bung Karno, presiden pertama kami, kalau Anda mau jadi Islam gak usah ikuti orang Arab, Anda mau jadi Kristen ya gak usah ikutin orang Yahudi, Anda mau jadi Hindu yah jangan ikuti orang India. Anda mau Islam, Kristen atau Hindu, tetep aja Anda orang Indonesia. Ini kan soal kepercayaan kepada Tuhan,” kata Ahok.
“Saya yakini kelebihan bangsa ini masih sesuai dengan track ideologi kami,” sambungnya.

Ketika selanjutnya ditanyakan apakah menurut Ahok sekarang paham ideologi bangsa Indonesia ini sedang melemah dan perlu diperkuat, Ahok mengatakan justru kasus yang sekarang sedang menimpanya ini membawa hikmah demikian.
“Ya saya kira ini semakin kuat sekarang. Setelah kejadian ini justru semakin kuat. Kita makin sadar kita tidak bisa diam bahwa ketika para pahlawan sudah korbankan nyawa untuk dirikan fondasi ini, kami tidak boleh diam ketika ada orang yang ingin membongkar-bongkar fondasi. Kami harus juga berani untuk melawan,” ujar Ahok
“Ya kita suarakan bahwa kita negara Pancasila, kita negara yang sangat toleran. Kelompok-kelompok agama pun menyampaikan tidak ada ajaran agama yang ngajarin bunuh orang, mau gantung orang seperti yang diteriakkan. Itu ajaran agama mana?” tutup Ahok mengenai topik ini.
Luar biasa Ahok! Semoga perkataannya membuka pikiran kita semua bahwa justru kejadian yang kita sesalkan bersama ini di saat yang sama juga membawa hikmah kepada negeri ini. Justru karena ada kasus yang dikenakan terhadap Ahok tentang penodaan agama ini, semua umat beragama Islam jadi mengingat apa itu Al-Maidah ayat 51, lepas dari perbedaan tafsir masing-masing.
Justru karena ganasnya ormas tertentu dalam bersuara dan beraksi belakangan ini untuk menjatuhkan Ahok, kita jadi tahu bahwa ancaman untuk merubah paham ideologi bangsa kita itu secara nyata memang ada, dan jumlah mereka tidak sedikit. Justru semakin keras suara dari kelompok-kelompok yang ingin melakukan makar ataupun mengancam untuk melakukan revolusi, kita-kita yang masih ingin ideologi Pancasila ataupun konstitusi negara berdasarkan UUD 1945 ini harus bersuara juga, kalau bisa lebih besar dari suara mereka.
Justru kasus ini ada hikmahnya. Jika bangsa ini dapat melalui kejadian ini dengan baik dan aman, maka kedepannya kita yakini bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih kuat terhadap ancaman Islam konservatif atau ancaman-ancaman lainnya yang ingin mengubah ideologi bangsa kita.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *