Berita Berita NEWS BERITA UNIK Hukum Peristiwa Sidang

SUAMI HIDUP MEWAH , ISTRI DI BUI !!

Onberita.com – Rina Rukmiawati, mantan Relationship Manager CIMB Niaga dari cabang Jemursari Surabaya yang sudah divonis untuk lima tahun penjara serta di denda uang sebesar Rp 10 miliar, subsider 3 bulan kurungan di proses oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada Selasa (12/12).

Rina sudah terbukti telah melakukan pembobolan rekening Bank yang senilai ratusan juta rupiah yang itu dilakukan pada tempatnya kerja sendiri. Rina mengaku mencuri uang bank itu dengan alasan untuk memenuhi gaya hidup mewah sang suami.

“Uang hasil dari tindakan kejahatan itu saya pakai untuk memenuhi gaya hidup mewah oleh suami saya. Dan Saya juga masih punya tanggungan merawat orangtua saya yang sedang sakit-sakitan pada saat ini,” ungkap Rina saat membacakan nota pembelaannya di hadapan jaksa, pada Selasa (5/12).

Dia mengungkapkan perasaan sedihnya karena sudah berpisah dengan suaminya sejak kasus yang hadapi oleh Rina tersebut sudah masuk pengadilan besar.

“Saya merasa , saya telah dipermainkan oleh suami saya. Dan untuk sekarang ini saya lost contact dengan suami saya,” tandas Rina.

Seperti yang tertera dalam amar putusan hakim, pembobolan rekening bank itu dilakukan terdakwa rina pada saat dirinya masih menjabat sebagai Relationship Manager Bank CIMB Niaga tersebut. Dengan cara, dia diam-diam mengajukan aplikasi permohonan untuk pembukaan rekening bodong ataupun palsu atas nama nasabah yang bernama Rosalia Widiani.

Bahkan, terdakwa juga telah melakukan pemalsuan tanda tangan untuk rek Rosalina Widiani tersebut. Kemudian pada berkas pengajuan itu diserahkan ke bagian customer servis Bank CIMB Niaga untuk segera diproses dan diterbitkan ATM nya dan hebatnya lagi tanpa perlu buku tabungan.

Setelah terbit ATM tanpa buku tabungan atas nama Rosalia Widiani Ari, terdakwa kemudian melakukan transfer dengan sejumlah uang ke rekening pribadinya.

Atas perbuatan yang telah dilakukannya itu, hakim menilai dan memutuskan terdakwa melanggar Pasal 49 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan UU RI Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Atas vonis yang di dapatinya tersebut, terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya Suparlan Hadiyanto menyatakan pikir-pikir dahulu. Dikarenakan vonis terhadap terdakwa itu lebih ringan dari tuntutan yang diajukan jaksa yakni hukuman selama 7 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *