‘Saya lihat cucu didorong ke laut, tak tahu istri dan anak di mana’

0
45

Dadin Suganda dan 12 keluarganya merencanakan liburan ke Kepulauan Seribu untuk merayakan hari pertama tahun baru 2017. Dia sengaja berangkat dari Bandung menujuJakarta pada malam pergantian tahun baru.

Dadin dan anggota keluarganya menumpangi KM Sahro Express yang akan membawa mereka dari Muara Angke menuju Pulau Tidung. Dadin beserta keluarga duduk di bagian belakang KM Zahro. Kapal mulai beranjak meninggalkan pelabuhan Kali Adem, Muara Angke. Dari atas kapal, mereka menikmati perjalanan. Tas mereka diletakan di dekat mesin kapal.

Saat sedang menikmati pemandangan laut, tiba-tiba banyak penumpang kapal berteriak meminta pelampung. Dia menengok ke arah teriakan penumpang, terlihat asap hitam tebal membumbung ke angkasa.

“Saya lihat cucu-cucu saya sudah pakai pelampung didorong-dorong orang jatuh ke laut,” kata Dadin di Rumah Sakit Polri Sukamto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (2/1).

Dadin hanya mendengar sayup-sayup teriakan salah satu putrinya yang memangil suaminya. Kepulan asap hitam tebal membuatnya tak bisa melihat apapun. Dadin yang saat itu telah memakai pelampung bersiap lompat ke laut dan menyelamatkan diri. Saat hendak lompat, ada seseorang yang mengantarkan Revano, cucunya. Tanpa pikir panjang, Dadin mengajak Revano yang sudah memakai pelampung, lompat dari atas kapal.

“Saya lompat kedorong bawa cucu, saya 1, Revano. Saya enggak tahu istri saya dimana. Saya cuma lihat cucu-cucu saya yang lain keseret-seret sama kedorong ke laut,” cerita Dadin.

Sekuat tenaga Dadin pun berusaha menyelamatkan diri dan cucunya. Dia melihat ada orang yang juga menarik dirinya menuju kapal penolong.

“Nafas enggak kuat, ada orang di depan saya pegangan sampai ke kapal penolong. Sampai di atas kapal saya lihat cucu yang dua perempuan ada di sana. Kalau Bu Eha (istri Dadin) enggak ada kabarnya, masih di kapal waktu itu apa enggak saya nggak tahu,” tutur Dadin.

Dadin tak bisa menggambarkan secara jelas kondisi kapal saat itu. Yang didengarnya hanyalah teriakan orang-orang.

“Pelampungnya saya lihat banyak, langsung gelap karena asap, saya ke depan ngerilah pak, teriak teriak suruh pakai pelampung jalan ke depan,” kata Dadin.

Hingga kini, dari 12 anggota keluarganya yang menumpang Kapal Zahro Ekspres, 5 diantaranya masih belum diketahui keberadaannya. Mereka adalah dua anak Dadin yakni Yeti dan Nia, 2 menantunya yakni Iwan dan Ani serta istrinya Eha.

Adapun kelima cucunya selamat yakni Alam (18), Aska (12), Dinda (8), Revano (2,5) dan hanya satu cucunya bernama Amira (3) yang masih dirawat. Sementara itu anaknya yang bernama Hendra dan menantunya Toni selamat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here