Ridwan Kamil Dilaporkan Ke Bawaslu Terkait Acungan Satu Jari

0
19

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) oleh Aliansi Anak Bangsa (AAB) soal pose satu jari sewaktu Ridwan Kamil menghadiri harlah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Gor Padjadjaran, Kota Bandung beberapa waktu lalu. Menanggapi hal tersebut, Ridwan Kamil mengatakan siap diperiksa. Hanya, ia merasa tidak ada aturan yang dilanggar dalam kegiatannya tersebut.

“Jadi saya kan dilaporkan ke Bawaslu, pertanyaan saya adalah, jika dipanggil saya akan hadir gak ada masalah bentuk ketaatan saya kepada negara. Pertanyaannya sederhana saja itu yang melaporkan bisa tolong sebutkan pelanggaran hukumnya apa? Kan melaporkan itu kalau diduga ada pelanggaran hukum atau aturan,” ujar Ridwan saat ditemui di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kamis (10/1/2019) sore. Pria yang akrab disapa Bang Emil itu mengatakan, kegiatan itu digelar pada hari libur, tepatnya pada hari Minggu 2 November 2018. Ia pun tak menggunakan fasilitas negara saat hadir dalam acara itu.

“Saya ini melaksanakan kegiatan selalu taat aturan kok. Aturan membolehkan pejabat negara melakukan aktivitas politik di akhir pekan Sabtu Minggu. Saya datang ke acara PKB itu pada hari Minggu. Sekali lagi, melanggar aturan atau tidak? ya Tidak. Karena sudah konsultasi, secara aturan, naik mobil juga pribadi, naik Kijang bukan mobil dinas,” kata Bang Emil.

Adapun juga soal pose satu jari, sambung Bang Emil, itu merupakan simbol nomor urut partai. “Jadi acaranya PKB jari saya itu simbolnya PKB, kalau Pak Jokowi jempol kalau tidak salah,” ucapnya. Ia menilai, pelaporan itu cenderung mengada-ngada. Sebab, ia meyakini tak ada aturan yang dilanggar.

“Jadi saya kembalikan, tolong sebutkan dengan jelas pelanggaran hukum dan aturannya apa. Kalau orang tersebut tidak bisa jawab ya berarti melaporkannya itu asal melaporkan karena tidak ada dasar hukumnya. Demokrasi ini harus pakai akal sehat, kalau memang ada pelanggaran ya kita akui dan sepakati bersama, kalau tidak ya jangan diada-ada lah. Waktu kita kan bisa dipakai untuk hal yang lain,” tutur Emil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here