Uncategorized

Program Perumahan AHY – Sylvi Dinilai Realistis

Jakarta – Zulfi Syarif Koto yang berasal dari The HUD Institute seorang pengamat yang menilai program perumahan dan permukiman dari pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur DKI Jakarta Agus H.Y – Sylviana Murni realistis. Agus memberitahukan program tersebut dalam debat yang terbuka perdana dari KPUD DKI kemarin.

“Agus dan Sylviana mengerti bagaiman masalah di sektor perumahan dan pemukaman” ucap Zulfi

Agus dan sylvi juga dikatakan serius dalam masalah ini dan juga peduli pada perumahan dan pemukiman ini. Semacam ini bisa dillihat dari tujuan nya Agus atau visi misi nya yang siap untuk mengatasi backlog rumah di Jakarta yang mencapai 300 ribu lebih unit.

” Mereka tahu data (backlog) itu. Dan sudah dipetakan solusi untuk melanjutkan program ini. Akan tetapi harus terus membangun hubungan dengan para pakar dibidang ini, terkait dengan stakeholder ” kata Zulfi

karena itu, ucap zulfi, program Agus dan Sylvi ini harus didukung seperti pembangunan 700 menara rumah susun yang dimiliki Rusunami tidak tergusur.

Paslon Agus-Sylvi dalam kesempatan apapun menawarkan program untuk membangun rumah dan menata kawasan yang kumuh yang anti banjir. Agus mengucapkan bahwa rencana nya ini dilakukan dengan cara membangun tanpa ada nya penggusuran dan melibatkan komunitis setempat. Salah satu caranya adalah membangun sebanyak mungkin rusunami  ini. Alur pembangunan ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara pemprov, BUMD dan juga swasta.

yang dia pikirkan , rusun ini bisa dibangun tanpa digusur, hingga orang-orang tidak tercabut dari akal asal mula dan budaya. Pengalaman nya selama ini, penggusuran justru mala membuat penambahan kemiskinan karena harus menyewa tempat tinggal. jadi, pembangunan rusun ini bagaimanapun akan dilakukan dilokasi yang percis.

Agus menjelaskan untuk saat ini pemilik hunian di Jakarta hanya 47% dan masih banyak pemukiman kumuh dibagian sungai. Seenggaknya ada backlognya mencapai 300 ribu unit lebih dari kira’ 1000 hektar yang kumuh yang berada di 13 pinggir sungai di Jakarta

Melewati public private partnership, ucap Agus, membangun sektor perumahan dikira-kirakan mungkin akan menciptakan mesin tumbuhnya ekenomi bisa saja hingga Rp.900 triliun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *