Prabowo-Sandi Ubah Visi Misi Yang Terlihat Menjiplak Milik Jokowi

0
16

Sepekan jelang debat perdana Pilpres 2019, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengubah berkas visi misi. Perubahan itu langsung mendapat reaksi dari rivalnya.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, terkejut dengan keputusan pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang ingin mengubah visi dan misi dalam kontestasi Pilpres 2019.

Ia pun mengibaratkan pengubahan visi-misi itu bagaikan sopir atau kondektur bus, yang tiba-tiba mengubah rute di tengah perjalanan.

“Mohon maaf ada sedikit perubahan, bus ini tidak jadi ke Bandung. Kita akan ke Bukittinggi,” kata Grace melalui pidato politiknya di Festival 11 yang berjudul Politik Akal Sehat, Politik Akal Muda, di Festival 11 Bandung yang bertempat di Trans Convention Centre, pada Jumat, (11/1/ 2019).

Sebagaimana diketahui, BPN Prabowo-Sandiaga ingin mengubah visi misi. Namun, ditolak Komisi Pemilihan Umum (KPU) lantaran sudah melewati batas waktu yang ditentukan.

Berkas tersebut baru disetor pihak Prabowo-Sandiaga pada 9 Januari 2019. Perubahan yang langsung terlihat di sampul depan adalah penambahan tagline ‘Indonesia Menang’.

Mulanya visi misi Prabowo-Sandi terdiri dari 14 halaman termasuk sampul depan, kini tebalnya menjadi 45 halaman. Terlihat ada pengurangan kata-kata di bagian visi dan misi. Perubahan visi misi Prabowo-Sandiaga langsung ditanggapi kubu Jokowi-Ma’ruf Amin. Perubahan ini dinilai sebagai inkonsistensi.

“Apakah baru sadar sekarang ya? Mengubah visi-misi merupakan salah satu wujud inkonsistensi paslonnya. Baik itu inkonsistensi kebijakan, inkonsistensi program, dan inkonsistensi perspektif terkait Indonesia,” ungkap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate, kepada wartawan, Kamis (10/1/2019).

Tak hanya itu, perubahan tersebut juga dituding menjiplak visi misi Jokowi-Ma’ruf. Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily bahkan menyebut perubahan berkas itu sampai 99 persen.

“Ironisnya, bongkar-pasang visi-misi itu justru terlihat menjiplak visi-misi paslon 01 dan juga mengangkat apa yang sudah dikerjakan oleh Jokowi-JK dalam empat tahun ini. Jadi bongkar-pasang justru hasilkan karya jiplakan,” kata Ace.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, menilai perubahan ini karena rivalnya tak punya visi misi yang jelas. Selain itu, perubahan yang mendadak juga dianggap berkaitan dengan debat perdana.

“Mereka ganti visi misi setelah dapat bocoran dari kisi-kisi yang mereka minta sepertinya,” ujar Jubir Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Irma Suryani Chaniago.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here