Uncategorized

Pidato kontroversi Anies Baswedan Dengna istilah “Pribumi”

Pidato kontroversi Anies Baswedan Dengna istilah “Pribumi”

Setelah serangkaian kampanye pikada DKI yang banyak menguras tenga dan perhatian untuk warga di jakarta namun tidak terkecuali untuk semua nusantara yang merasa dampak yang di sebab oleh propaganda dalam proses pemilihan ini cukup melelahkan. Kemudian sedikit-banyaknya, baik dan buruk dalam sistem demokrasi kita berjalan lancar walaupun ada banyak juga sikap dan tindakan yang menodai pesta demokrasi tersebut. Dan untuk hari ini pemenang tersebut sudah di lantik yaitu Anies baswedan dan sandiaga uno. Resmi menjadi Gubenur DKI dan siap melayani rakyat ibukota kita yaitu jakarta. Tapi herannya pada saat menyampaikan pidato pada pelantikan tersebut , anies baswedan sebagai Gubenur DKI melontarkan kata yang kurang berkenan di hati seluruh rakyat yaitu dengan kata “Pribumi”. Ini bisa memunculkan suatu pemikiran bahwa pribumi itu adalah ras tertentu dan untuk non-pribumi padahal tugas seorang pemimpin adalah mempersatukan rakyatnya tentunya.

Gubernur Anies mengatakan bahwa, “Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai Jakarta ini seperti yang dituliskan pepatah Madura. Itik telor, ayam singerimi. Itik yang bertelor, ayam yang mengerami.”

Hal tersebut membuat para netizen pun geram, karena ini bukan merupakan semangat pancasila yang selalu bertujuan untuk mempersatukan bangsa ini.

seperti beberapa ciutan netizen,

Reminton Steel
@mochamadrip
Pribumi ditindas? ini bisa dianggap rasis.

Setelah menang, dia berharap warga Jakarta bersatu, tapi kok pidatonya malah membuat kotak lagi?

Muannas Alaidid
@muannas_alaidid

UU No.40 Th.2008 Ttg penghapusan diskriminasi ras & etnis telah meniadakan istilah pribumi/cina yg ada WNI. blum satu hari dilantik sdh begini, statement yg memprihatinkan gmn mau merangkul.

Bonnie Triyana
@Bonnie triyana

Bro, gw kritik nih ya, penggunaan kata pribumi dalam konteks kolonial itu udah rasis. Konsep rasialistis itu diatur dalam Regeeringsreglements 1854. Stelah 17 Agustus 1945 konsep itu diganti jadi kewarganegaraan.

Semoga untuk Gubenur jakarta Anies baswedan kedepannya lebih mengutamakan kepentingan seluruh rakyat indonesia dari pada politik yang tidak akan pernah habis. Semua warga jakarta berharap ada perubahan ,bukan di pancing dengan semua isu SARA yang ada saat ini. #pribumi

Bravo pak Anies Baswendan- sandiaga uno !!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *