Uncategorized

Pengusiran Pengungsi Rohingya Bisa berdampak buruk

Kekhawatiran meningkat atas rencana bersama dari Myanmar dan Bangladesh untuk memulangkan ratusan ribu etnis Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di negara bagian Rakhine barat Myanmar tahun lalu.

Program repatriasi ini diperkirakan akan dimulai pada hari Selasa, media pemerintah Myanmar melaporkan. Kedua negara berencana untuk mengembalikan lebih dari 650.000 pengungsi yang saat ini berada di Bangladesh ke Negara Bagian Rakhine dalam waktu dua tahun, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Bangladesh.
Kelompok hak asasi manusia Amnesty International menyebut rencana tersebut sebagai “prematur,” dan bahwa “segera kembali akan menjadi prospek yang mengerikan” bagi banyak orang Rohingya.

“Dengan kenangan akan pemerkosaan, pembunuhan dan penyiksaan masih segar di benak para pengungsi Rohingya, rencana untuk kembali ke Myanmar sangat dini,” James Gomez, Direktur Regional Asia Tenggara dan Pasifik Wilayah Amnesty International, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
PBB, yang telah menyebut pembersihan etnis yang berdarah, mengatakan bahwa badan pengungsi tersebut tidak terkait erat dengan proses pemulangan dan mendesak kedua negara untuk memastikan bahwa sebagian besar pengungsi Muslim Rohingya kembali dengan sukarela.

Global New Light Myanmar mengatakan pada hari Rabu bahwa Bangladesh telah menyediakan daftar lebih dari 1.000 pengungsi yang telah diverifikasi sebagai warga Myanmar yang kemungkinan akan berada dalam kelompok pertama yang kembali.

Tempat Penampungan

Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di ibu kota Myanmar, Naypyidaw, Selasa, kedua negara sepakat bahwa Bangladesh akan mendirikan lima kamp transit yang dekat dengan perbatasan antara kedua negara, yang darinya orang-orang yang kembali akan diterima pada awalnya di dua pusat penerimaan di sisi Myanmar.
Menurut Kementerian Luar Negeri Myanmar, Myanmar akan melindungi orang-orang yang kembali ke akomodasi sementara di kamp Hla Pho Khung seluas 124 hektar di dekat kota Maungdaw, yang dapat menampung 30.000 orang di 625 bangunannya.
Pemerintah Myanmar akan segera membangun kembali rumah-rumah tersebut agar GAM yang kembali pindah ke sana, kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Bangladesh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *