Berita

MARAKNYA PERGAULAN BEBAS DI SERTAI SOSMED JAMAN NOW

Onberita – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Instansi itu menyebutkan kasus pernikahan anak yang masih di bawah umur saat ini masih rawan. Penyebabnya pun saat ini sudah berganti. Jika duhulunya pernikahan dini itu dikarenakan kemiskinan, beda dengan sekarang yang di sebabkan dari pergaulan bebas.

Menurut instansi pemerintahan tersebut, pemicu terjadinya pergaulan bebas di kalangan usia dini tersebut melalui teknologi informasi. Teknologi informasi maupun media sosial yang saat ini sudah merambah hingga pelosok Kabupaten Sukabumi. Tidak hanya di sukabumi saja bahkan mencakup ke pelosok daerah yang ada di indonesia

Bahkan, saat ini parahnya lagi pengawasan dari orang tua terhadap anaknya yang menggunakan sosmed ataupun internet sangat minim. Jadi anak yang masih beranjak dewasa yang serba ingin tahu dengan bebas mengakses pornografi dari manapun.

MARAKNYA PERGAULAN BEBAS DI SERTAI SOSMED JAMAN NOW

“Bahkan sekarang dari hasil monitoring dan pengawasan yang kami lakukan pernikahan dini yang terjadi bukan lagi dipicu oleh orang tua. Yang sejatinya melakukan perjodohan terhadap anak-anaknya. Namun yang lebih parahnya disebabkan oleh hamil di luar nikah atau isitilah kerennya Married By Accident,” tambahnya.

Elis, salah satu anggota instansi tersebut mengatakan untuk jumlahnya saat ini memang fluktuasi. Dan belum lama ini pihaknya menemukan beberapa kasus pernikahan dini di wilayah Kecamatan Curugkembar, Cikembar dan lain-lain.

Setelah ditelisik kasus tersebut banyak dipicu akibat hubungan seks remaja di luar nikah atau yang di sebut pergaulan bebas.

Data jumlah anak yang pernikahan dini memang tidak konkret. Di karenakan kasus pernikahan anak ini biasanya tidak muncul dan ditutupi, sehingga yang terungkap hanya bagian permukaannya saja. Dan memang yang harus di tekankan itu adalah penyalah gunakan internet yang mengakibatkan pergaulan bebas.

Antisipasi terjadinya pernikahan dini tersebut, selain melakukan sosialisasi terhadap orang tua. Serta juga penyuluhan ke setiap-setiap sekolah tentang bahaya pernikahan dini atau pergaulan bebas ini.

Seperti rawan terjadi kekerasan dalam rumah tangga, meningkatnya angka kematian ibu melahirkan dan anak saat dilahirkan. Serta meningkatnya angka kasus kemiskinan dan tidak menutup kemungkinan penyakit menular seperti HIV/AIDS.

Sementara Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono mengatakan belum lama ini pihaknya melaksanakan deklarasi anti pernikahan anak. Yang tujuannya untuk mengurangi jumlah anak yang melakukan pernikahan di usia yang belum layak menikah.

Langkah itu dilakukan sebagai salah satu fokus Pemkab Sukabumi dalam mengantisipasi terjadinya kekerasan terhadap anak dan lain-lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *