Dunia Sidang AHOK

Ruang Sidang Ahok Sempit, PN Jakarta Utara Bakal Batasi Pewarta Foto yang Meliput

Gubenur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok mengikuti persidangan perdana kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jakarta, Selasa (13/12/2016).

Pihak Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara akan kembali menggelar sidang kasus penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, secara terbuka untuk umum.

Namun, karena lokasi sidang di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat sempit, pihak PN Jakarta Utara bakal membatasi orang yang masuk ke ruang sidang tersebut.

Berkaca dari sidang perdana yang beragenda pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan nota keberatan dari terdakwa dan tim penasehat hukum pada pekan lalu, hanya 80 orang yang masuk ke ruangan itu.

“Kami sebenarnya tak batasi siapapun yang masuk, tapi ruang itu terbatas. Kami tak membatasi orang. Kami misalnya tak memilih-memilih siapa masuk, siapa tak masuk. Itu semua diperbolehkan, tapi sesuai kapasitas ruangan,” ujar Hasoloan Sianturi, Humas PN Jakarta Utara, Senin (19/12/2016).

Untuk awak media, lanjutnya, pun bakal dilakukan pembatasan. Fotografer misalnya, hanya perwakilan yang dapat masuk untuk mengabadikan momen. Foto-foto itu, Hasoloan berharap, dapat dibagikan kepada pewarta foto lainnya.

Menurut Hasoloan, pihak keamanan akan melakukan pengamanan dan membatasi siapa saja yang dipersilakan untuk meliput di ruang sidang.

Sebagai upaya membantu liputan sidang Ahok, kata dia, pihaknya menyediakan pengeras suara atau speaker yang dapat diperdengarkan awak media.

“Tak mungkin nanti semua masuk, karena ruangan kami kapasitasnya hanya 21 bangku kali empat orang. Karena ruangan itu terbatas, mestinya setiap media kontaknya nanti punya perwakilan, supaya jangan saling rebutan,” tuturnya.

Meskipun terbatas, pihak PN Jakarta Utara menilai sidang perdana yang berlangsung pekan lalu, berjalan sesuai dengan yang didakwakan.

Sementara, sidang dengan agenda pembacaan tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap nota keberatan dari terdakwa Ahok dan tim penasihat hukum, akan berlangsung pada Selasa (20/12/2016) besok sekitar pukul 09.00 WIB.

“Agenda adalah kesempatan penuntut umum untuk menyampaikan tanggapan atau pendapatnya atas nota keberatan dari terdakwa, maupun nota dari penasehat hukum,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *