Uncategorized

Elektabilitas Ahok Naik, PDIP Sebut Pemilih Makin Rasional

 

 

Jakarta – Pltracking Indonesia kembali membuat survei tentang Pilkada DKI itu menemukan bahwa pemilih untuk Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, termasuk kategori pemilih rasional.

 

Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot Maruarar Sirait menilai survei ini untuk memperlihatkan bahwa kebanyakan pemilih Jakarta sangat diyakinkan sebagai pemilih yang cerdas.

Mereka dinyatakan pemilih rasional yang menjadikan tenaga kerja dan kemampuan sebagai acuan dalam menentukan pilihan di Pilkada DKI 2017 yang akan datang.

 

“Saya yakin orang Jakarta adalah orang yang cerdik. Maka di Jakarta ada politik warga,” kata maruarar ketika menjadi narasumber rilis survei Poltracking Indonesia di daerah Mentreng, Jakarta Pusat pada hari kamis , 19 Januari 2017.

 

Tentang politik masyarakat, Maruarar memberitahukan hal tersebut dari partisipasi publik untuk aktif dalam proses pilkada. Ratusan warga membeli baju sendiri, misalnya baju kotak-kotak, maupun menggela berbagai event macam GALA DINNER, untuk mendukung jagoan mereka

 

“Saya senang karena hingga saat ini pemilih Ahok-Djarot adalah pemilih yang rasional. Bukan yang psikologis maupun sosiologis,” kata Maruarar

 

Hanta Yuda, Direktur Eksekutif Poltracking ini memang sempat memberitahukan dari hasil survei yang dilakukan kelompoknya, yang memilih Ahok-Djarot memang didominasi pemilih rasional.

 

Sedangkan untuk yang memilih pasangan Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni

Mala disebabkan factor psikologis.

“Alasan emosional seperti mendukung dikarenakan fisik yang gagah, banyak berada di pasangan itu,” kata Hanta

 

Pemilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno lebih dikatakan pemilih yang sosiologis. Karena cenderung berbicara tentang budaya, agama, maupun social.

Ada juga untuk bulan November sampai Januari, Poltracking Indonesia menemukan semua calon merasakan kenaikan tren yang elektabilitas.

 

Pasangan Agus-Sylvi merasakan kenaikan elektabilitas dan mengungguli Ahok-Djarot dan Anies-Sandi. Tetapi, tren naik untuk pasangan no 1 ini dinilai lalai, karena dari 27,92% cuman ke 30,25%

Sedangkan kenaikan untuk pasangan no 2 ini terlihat jelas lebih baik dari 22% sampai 28,88%. Sama halnya dengan Anis-Sandi dari 20,42% – 28,63%

“Dilihat dari tren yang ada, belum bias dikatakan siapa yang akan menang Pilkada DKI Jakarta yang akan datang” ujarnya Hanta.

Rilis survei itu juga dihadiri oleh tim pemenangan Agus-Sylvi, Roy Suryo dan timnya Anies-Sandi, A Riza Patria.

 

Survey tersebut dilaksanakan pada 9-13 Januari 2017 dengan menggunakan cara multistage random sampling. Kemudia, jumlah responden sebanyak 800 warga dengan margin of error kira-kira 3,46%. Untuk tingkat yang percaya ada di angka 95%

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *