Anggaran Penerimaan Negara Telah Lampaui Target APBN

0
30

Untuk pertama kalinya penerimaan negara telah melebihi target yang telah di tentukan APBN. Menteri keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa anggaran penerimaan negara ditahun ini telah melampaui target dalam undang – undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN ).

Jumlah ini disebutkan lebih tinggi dari target APBN 2018 sebesar Rp. 1.894 triliun. Sri Mulyani menghitung hingga akhir 2018 dan menyakini penerimaan negara telah mencapai Rp.1936 triliun atau adanya peningkatan sebesar 18.2 persen dari tahun lalu.

Sri Mulyani menilai, ini adalah jumlah penerimaan negara yang sangat bagus dibadingkan tahun lalu dan untuk angka realisasinya sudah dihitung mulai dari minggu pertama dan akan di update kembali nanti pada tanggal 31 Desember 2018.

Apalagi dilihat dari sisi penerimaan pajak yang tumbuhnya telah mencapai 15,2 persen, penerimaan bea cukai tumbuh di 14,7 persen dan penerimaan negara bukan pajak telah tumbuh sebesar 28,4 persen.

Sri Mulyani juga menyampaikan jika dari sisi pembelanjaan negara juga sudah terlihat sangat bagus dan dia telah memperkirakan hasilnya hingga akhir tahun ini yang akan tumbuh sebesar 11 persen dari tahun lalu menjadi Rp. 2.210 triliun ( ini adalah hasil dari tahun lalu yang naik sebesar 6.9 persen ).

Jika di hitung secara keseluruhan, APBN di tahun 2018 ini diperkirakan naik hanya sebesar 1.86 persen dari produk domestik bruto ( PDB ) dan angka tersebut jauh lebih rendah dari UU APBN tahun 2018 yang diperkirakan sebesar 2.19 persen PDB.

“APBN 2018 insya Allah baik. Dan sekarang fokusnya adalah bagaimana menyelesaikan pada 2018. Defisit kita yang menurun dan juga primary balance-nya mendekati 0. Hanya defisit Rp15 triliun. Di UU APBN, sebetulnya primary balance yang dianggarkan Rp87 triliun,” Ujar Sri Mulyani.

Dengan adanya hal seperti ini, Pemerintah akan fokus untuk menyelesaikan dan menurunkan defisit keseimbangan primer sebesar Rp. 15 triliun. Tercatat di UU APBN 2018, defisit keseimbangan primer di anggarkan sebesar Rp. 87 triliun. Sehingga sampai pada tahun ini jumlahnya lebih jauh kecil atau menurun sampai Rp. 72 triliun.

Perbaikan APBN ini merupakan modal untuk bisa menghadapi ketidakpastian global pada 2019 mendatang, karena kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China atau pun kelesuan atau perlemahan ekonomi dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here